Upacara 17 Agustus yang Sangat Unik yang Pernah ada di Indonesia

Lintas Berita Online-Berbagi Berita Aneh Unik dan Menarik Dari Berbagai Penjuru Dunia

700 Pendaki rayakan HUT RI di puncak Mahameru

Spoiler for Upacara:

Meski bersamaan dengan Ramadan, tak menyurutkan niat para pendaki asal Pulau Jawa dan luar Jawa untuk tetap menggelar kegiatan rutin yaitu upacara bendera memperingati HUT ke-65 RI di puncak Gunung Semeru pada tanggal 17 Agustus mendatang.

Kegiatan tahunan yang diikuti ribuan pendaki, akan didampingi tim pemandu dari vulkanologi dan juga personel pemandu lain dari SAR Lumajang, Kesbangpol, Satlak PB dan pihak Pos Ranupane. Ini untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Selama di puncak, para pendaki akan diberikan aba-aba dan kewaspadaan, kapan upacara harus selesai untuk segera turun ke pos berikutnya. Pasalnya, kondisi vulkanik di puncak semeru sangat berbahaya karena kerap menyembur gas beracun.

“Untuk hal itu, menjadi tupoksi dari pihak vulkanologi. Paling tidak, upacara hanya dilakukan beberapa puluh menit saja sebelum kemudian para pendaki diperintahkan turun kembali. Pendampingan disiapkan karena pendaki akan memasuki areal berbahaya,” kata Sekretaris Satlak PB (Penanggulangan Bencana) Lumajang Rochani, ketika dikonfirmasi, Minggu (15/8).

Dari Rakor itu, disampaikan juga bahwa pihak vulkanologi melarang pendaki memasuki areal berbahaya dalam radius 1 kilometer dari puncak kawah gunung yang berstatus waspada.

Meski kuota pendaki hanya dibatasi total 700 orang pendaki saja, namun dia menyakini jumlah pendaki yang akan berada di seputaran gunung Semeru untuk menggelar upacara Agustusan jumlahnya mencapai ribuan.

“Kuota yang disampaikan pihak Balai Besar TNBTS hanya total berjumlah 700 orang pendaki saja. Yakni, terdiri dari 600 orang pendaki dari Pulau Jawa dan 100 orang lain dari luar jawa. Para pendaki sudah bisa mendaftarkan diri dan meminta izin ke Pos Ranu Pane sebelum melakukan pendakian ke puncak,” tuturnya.

Di puncak Arcopodo, tim vulkanologi akan menunggu untuk memberikan informasi setiap saat terkait keamanan di titik berbahaya puncak semeru.

“Tim vulkanologi akan terus berkoordinasi dngean pos pantau di Gunung Sawur. Jika sewaktu-waktu situasinya berbahaya, maka pendakian bisa
dibatalkan. Hal ini untuk menjaga keamanan dalam pendakian Agustusan ini,” ujarnya.

Merah Putih Raksasa Dikibarkan di Perbatasan RI-PNG
Spoiler for Upacara:

Jayapura - Peringatan hari kemerdekaan Indonesia ke-65, Selasa (17/8), di Papua akan dimeriahkan dengan pengibaran bendera Merah Putih berukuran raksasa di perbatasan RI-Papua Nugini di Wutung, Distrik Skouw, Kabupaten Jayapura, Papua.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letnan Kolonel (Inf) Susilo, Selasa pagi, mengatakan rencana pengibaran bendera raksasa ini dilakukan setelah upacara 17 Agustus 2010 di Lapangan Mandala, Jayapura, Papua. “Selesai upacara bendera akan dikibarkan di Wutung,” kata Susilo.

Rencananya bendera berukuran 165 x 47 meter ini akan dikibarkan di wilayah perbatasan dengan posisi miring dan diikat pada 33 pohon pinang di perbatasan. ”Angka seratus melambangkan hari jadi Kota Jayapura, angka 65 melambangkan hari kemerdekaan RI, dan angka 47 melambangkan bergabungnya Papua dalam NKRI,” kata Susilo.

Menurut Susilo, usai pengibaran bendera raksasa sejumlah pasukan akan disiapkan untuk menjaga bendera ini hingga diturunkan. ”Rencananya akan dikibarkan selama satu minggu,” kata Susilo.

Menjelang peringatan hari kemerdekaan RI, kata Susilo, situasi keamanan wilayah Papua masih kondusif. ”Menjelang peringatan kemerdekaan RI, situasi keamanan teritorial di Papua sejauh ini aman-aman saja belum ada indikasi untuk adanya gangguan dalam rangka perayaan ulang tahun ke 65,” kata Susilo.

Puluhan Penyelam Siap Gelar Upacara Bendera
Spoiler for Upacara:

Wakatobi: Sebanyak 65 penyelam siap gelar upacara bendera, mereka adalah bagian dari upaya penciptaan rekor siaran langsung laporan pemberitaan melalui darat, bawah laut, dan udara oleh Tim Liputan 6 SCTV. Liputan6.com, Wakatobi: Sebanyak 65 penyelam gabungan siap mengikuti upacara bendera 17 Agustus di bawah laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Selasa (17/8).

Menurut Akhe Mona, salah satu panitia penyelaman dari Liputan 6 SCTV, penyelaman akan dimulai pukul 09.20 Wita. Rencananya, mereka akan memulai upacara pada pukul 09.40 Wita. Upacara bendera yang akan disiarkan langsung oleh SCTV ini akan berlangsung sekitar satu jam kurang. Upacara bendera di bawah laut ini adalah bagian dari upaya penciptaan rekor oleh Tim Liputan 6 berupa siaran langsung pelaporan berita melalui darat, bawah laut, dan udara.
Quote:
Perayaan Kemerdekaan Pecahkan Rekor Dunia
Spoiler for Upacara:

Penyelam berbaris di bawah laut mengikuti upacara HUT ke-64 Kemerdekaan
RI di dalam air yang berhasil memecahkan rekor dunia Guinness World
Record dengan jumlah penyelam sebanyak 2.486 orang, di perairan Pantai
Malalayang, Manado, Senin (17/8). Penyelaman dimulai sekitar pukul
10.00 dan berlangsung selama sekitar 30 menit pada kedalaman sekitar 10
- 20 meter. Rekor selam dengan peserta terbanyak sebelumnya dipegang
Maladewa dengan jumlah 958 penyelam pada tahun 1997.

Kibarkan Merah Putih di depan patung Soekarno
Spoiler for Upacara:

Siswa mengibarkan bendera di depan patung Soekarno, usai mengikuti
upacara bendera kemerdakaan ke-64 RI di Tugu Proklamasi, Jakarta,

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar