Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Nama Anggota DPR Nonton Video Porno

Arifinto Anggota DPR Fraksi PKS
Nama Anggota DPR Menonton Video Porno - siapa yang anggota DPR yang menonton Video porno terungkap sudah, Namanya adalah Arifinto  dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.

Saat memberikan keteranga pers Arifinto menyatakan bahwa  dia membuka komputer tabletnya karena ada surat eloktrnik yang masuk "Ada link, saya penasaran, ketika dibuka, gambarnya begituan dan saya hapus seketika itu juga" kata Arifinto saat dihubungi wartawan.

Arifinto juga menyatakan bahwa kejadian ini membuat dia malu dan akan menjelaskannya kepada DPP PKS, bahkan menurut dia ini merupakan konspirasi yang hendak menjatuhkan nama dia. Namun hal ini berbeda dengan kesaksian dari wartawan yang memotret kejadin itu.

Menurut Fotografer bahwa Arifinto memilih milih gambar-gambar sebelum membuka gambar tersebut, dan dia juga melihat sempat melihat Arifinto melihat gambar tersebut selaman sekitar satu menit.

Siapakah yang benar ? yang jelas Arifinto menonton video porno saat sidang, terlepas dari mana dan bagaimana, apakah layak seorang Anggota DPR saat sidang malah asyik bermain tablet, apa mereka mengganggap sidang itu tidak dibiayai oleh keringat rakyat.

Rekaman Video Pidato SBY Tentang Yogyakarta

Rekaman Video Pidato SBY Tentang Yogyakarta Logo Apple t - Kontroversi Keistimewaan D.I Yogyakarta kini sudah sedikit jelas. Pidato SBY pada sidang kabinet yang memicu kontroversi, di klarifikasi lewat pidato presiden SBY hari ini. Pada pidatonya SBY menjelaskan  bahwa dia tidak pernah mengatakan bahwa Gubernur DI Yogyakarta dipilih oleh rakyat bukan lewat penetapan.

Bahkan Presiden SBY mengatakan bahwa mendukung penuh Sri Sultan Hamengkobuwono tetap menhadi gubernur Yogyakarta dan dia sangat menghormati keistimewaannya daerah itu. Disaat yang sama juga SBY menghimbau agar Masyrakat Yogyakarta tenang.

Berikut rekaman Video Pidato SBY tentang Kontroversi daerah Istimewa Yogyakarta :


Pidato SBY tentang D.I Yogyakarta Logo Apple terlihat Jelas

Setelah selesai SBY berpidato, pendapat dan penilaian langsung berdatangan dari para pengamat maupun politisi, yang paling "aneh" adalah tentang Ipada yang berlogo Apple yang ada di atas lambang burung garuda pada mimbar Presiden SBY, bahkan satu media, Kompas.com  bahkan membuat berita 'Republik Vs Monarki, Pemenangnya Apple".

Pada rekaman video diatas memang sangat jelas terlihat logo apple berada diatas Lambang negar akita yaitu Garuda, dan anehnya sepengatahuan Pemuda Indonesia baru baru kali ini seorang Presiden memakai Ipad pada pidatonya.

Buku Tetralogi Sisi Lain SBY

Download,Uraian,Buku Tetralogi Sisi Lain SBY - Seri ketiga buku tetralogi sisi lain sby  yang berjudul Pak Beye dan Kerabatnya telah terbit , sebelumnya tetralogi sisi lain SBY sudah ada dua seri  , Seri ke pertama berjudul Pak Beye dan Istananya, buku kedua pak peye dan politiknya.

Pada buku pertama tetralogi sisi lain SBY berjudul Pak Beye dan Istanannya, beriskan tentang kehidupan SBY di lingkungan istana baik sewaktu bertugas maupun tidak. Berikut  daftar isi bukut tersebut :

 
Buku I Tetralogi Sisi Lain SBY " Pak Beye dan Istananya"

BAB 1 TUNGGANGAN ISTANA

   1. Kisah Audi Baru di Istana
   2. Rolls-Royce di Istana
   3. Rolls-Royce Siapa?
   4. Lexus Menghilang dari Istana
   5. Kembalinya Lexus ke Istana
   6. Bentley di Istana
   7. B 1 Fox di Istana
   8. Old n New di Istana (Mercedes-Benz)
   9. Kijang
  10. Kendaraan
  11. Indonesia Sejahtera
  12. Beberapa
  13. Romeo India Satu: Banjir
  14. Armada Banjir Pak Beye
  15. Mikrolet dan Metromini di Istana

BAB 2 ORANG PENTING

   1. Mencari Cesare Paciotti
   2. Misteri di Istana (Super HL-2)
   3. Misteri di Istana (Pak Marsillam)
   4. Misteri di Istana (Pak Tanto)
   5. Misteri di Istana (Kolonel Azis)
   6. Ternyata Cuma Pak Sekjen
   7. Ananda dan Moreno pada Hari-H
   8. Kakek ke Istana
   9. Kegiatan Puan-puan di Istana
  10. Melihat Pak Beye Gak Pede
  11. Keakraban Terakhir

BAB 3 ORANG YANG TERLUPAKAN

   1. Air Putih Bekal menuju Istana
   2. Yang Bekerja dalam Senyap di Istana
   3. Penjaga Selera Pak Beye
   4. Kepelintir, Serahkan kepada Pak Apiaw
   5. Misteri di Istana (Mas Iswahyudi)
   6. Duka di Bawah Pohon Bungur Besar
   7. Terkulai Saat Pak Beye Pidato

BAB 4 ANTARA PENTING DAN GENTING

   1. Meredupnya Sorot Kamera
   2. Kikuk di Tangga Istana Negara
   3. Old n New di Istana (Politik BBM)
   4. BBM Telah Turun, Ibu-ibu
   5. Obama dan Bunga Mawar di Istana Merdeka
   6. Dilarang Telanjang di Istana
   7. Tentang Seruan Itu
   8. ”Open House” di Tahun Politik
   9. Semua Tertawa di Istana
  10. Teror di Bawah Pohon Bodhi
  11. Tradisi Penguasa Jawa di Istana Negara
  12. Jangan Cium Tangan

BAB 5 PERNIK-PERNIK PAK BEYE

   1. Soto Ayam Kegemaran Pak Beye
   2. Pak Beye dan Koleksi Batik Birunya
   3. HP Pak Beye dan Pak Kalla
   4. ”Lapangan Golf” Pak Beye
   5. Old n New di Istana (Tahi Lalat)
   6. Ukuran Kasur Pak Beye
   7. Misteri di Istana (Malam Jumat)
   8. Anjing dan Superpuma di Istana

BAB 6 ISTANA PUNYA CERITA

   1. Melihat Istana Merdeka dari Dalam
   2. Yang Berubah (Istana)
   3. Yang Ganjil di Istana
   4. Mendata Kekayaan Istana
   5. Ki Hujan
   6. Memangkas Beringin di Istana
   7. Menyedot ”Cubluk” Istana
   8. Patung tanpa Busana di Istana
   9. Kasatmata di Istana

 
Buku II Tetralogi Sisi Lain SBY " Pak Beye dan Politiknya"

 Seri Kedua Tetralogi Sisi lain SBY berjudul Pak Beye dan Politiknya mengungkap banyak cerita ringan seputar kegiatan politik presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), khususnya selama musim kampanye 2009 kemarin. Sama dengan buku seri pertama, seri kedua Tetralogi Sisi Lain SBY ini dilengkapi foto-foto ekslkusif yang menjadi modal Wisnu Nugroho dalam menulis cerita dengan jenaka dan sesekali menyentil.

Berikut uraian singkat isi Pak Beye dan Politiknya :

Politik dan Partai Demokrat adalah bagian penting dalam kehidupan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Lewat politik dan Partai Demokrat, SBY terpilih langsung menjadi Presiden RI periode 2004-2009 dan 2009-2014. Karena pentingnya, politik tidak pernah ditinggalkan. Setelah Isterinya, kakak Iparnya, kini Partai Demokrat “dijaga” putra bungsunya.

Pencitraan sebagai cara berpolitik kerap dilekatkan pada SBY. Sah saja itu dilakukan sebagai strategi dan trik, sejauh tidak melawan konstitusi. Kritik kawan dan lawan politik tidak pernah sepi. Namun, SBY konsisten dengan cara berpolitiknya demi tujuan menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Pak Beye dan Politiknya adalah Tetralogi Sisi Lain SBY kedua berisi hal-hal tidak penting mengenai strategi dan trik politik SBY sejak niat menuju Istana digenggamnya. Karena berisi hal-hal tidak penting, selain strategi dan trik, pernik berbau klenik yang serba kebetulan dipaparkan. Setelah tersenyum-senyum, semoga gelisah hadir.

 
Buku III Tetralogi Sisi Lain SBY "Pak Beye dan Kerabatnya"
 Seri ketiga Tetralogi Sisi lain SBY berjudul Pak beye dan kerabatnya yang baru terbit, fokus mengupas orang-orang yang ada di lingkaran Presiden. Mereka berasal dari kalangan pengusaha, menteri, politisi, dan warga biasa.

Buku ini juga berisi sepak terjang kerabat atau orang yang mengaku-aku dekat dengan Pak Beye. Ada yang cari posisi, ada yang cari untung, ada juga yang mencari-cari dan pergi gigit jari.

Berikut uraian singat buku tersebut :

Bagian pertama yang diulas adalah seputar kiprah beberapa pengusaha yang dekat dengan SBY. Pepih Nugraha, Admin "Kompasiana" yang juga editor buku ini, menulis, kisah kedekatan pengusaha yang diungkap dalam buku ini tak ubahnya kedekatan mantan Presiden Soeharto dengan sejumlah pengusaha yang kisahnya tak pernah habis selama 32 tahun berkuasa.

"Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkuasa, memang tidak terdengar anak-anaknya cawe-cawe di bidang usaha. Meski demikian, ada beberapa pengusaha yang kerap tampak dalam sejumlah kesempatan, baik saat Susilo Bambang Yudhoyono hadir dalam acara resmi maupun santai," tulis Pepih di Pendahuluan.

Salah satunya adalah Tommy Winata yang dalam buku ini dipanggil dengan nama "Pak Tewe". Kisah seputar kedekatan Pak Beye dan Pak Tewe dengan beragam latar berita bisa ditemui di empat tulisan pertama buku. Seperti saat panen raya di Sukabumi dan penggunaan pesawat milik Pak Tewe untuk kegiatan kampanye Pak Beye.

Wisnu juga menyoroti kedekatan keduanya dalam proyek rehabilitasi Aceh pascatsunami 2004. "Di Aceh, Pak Tewe yang jauh sebelum pemilu legislatif merapat ke Pak Beye mendapat kepercayaan menggarap sejumlah proyek pembangunan, pupuk, infrastruktur, dan pertanian untuk dikerjakan," tutur wartawan harian Kompas yang akrab dipanggil Mas Inu.

Selain Pak Tewe, masih banyak pengusaha lain yang diceritakan kedekatannya dengan Pak Beye. Di sini ada pasangan Murdaya Poo yang dikenal dekat dengan PDI-P dan istrinya, Hartati Murdaya Poo, Choel Mallarangeng, dan CEO Sarana Harapan Indopangan Iswahyudi. Juga ada cerita kunjungan Pak Beye ke Mitra Produksi Sigaret Sampoerna yang ke-31.

Tetralogi berarti 4 , sedangkan pak beye dan kerabatnya merupkan seri ke tiga, berarti ada satis eri lagi, mari kita sama-sama menunggu, apa lagi yang mau disampaikan oleh bung wisnu nugroho tentang SBY.

Daftar Nama Dan Foto Anggota DPR Abaikan TKI Di Dubai

Foto Daftar Nama Anggota DPR Abaikan TKI di Dubai - Nama nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang mengabaikan TKI di dubai sewaktu mereka mengadakan kunjungan study banding ke Rusia dan Italia, kini sudah diketahui, Daftar nama itu disamapikan ketua delegasi Mulyadi dari Fraksi partai Demmokrat



Berikut Foto, Nama,  dan daerah Pemilihan Anggota DPR tersebut.


1. Nama : IR. H. Mulyadi dari
    Fraksi : Partai Demokrat
    Dapil : SUMATERA BARAT II


2. Nama : Drs. Yoseph Umarhadi M.Si, MA
    Fraksi : PDI-P
    Dapil  : JAWA BARAT VIII


3. Nama : Agus Bastian SE.MM
    Fraksi : Partai Demokrat
    Dapil : D. I. YOGYAKARTA


4. Nama : Etha Bulo
    Fraksi : Demokrat
    Dapil : PAPUA


5. Nama : Sonny Waplau
    Frasi : Partai Demokrat
    Dapil : MALUKU

 
 6. Nama : Drs Umar Arsal
     Fraksi : Partai Demokrat
     Dapil : SULAWESI TENGGARA



7. Nama : Ir Ali Wongso Halomoan Sinaga
    Fraksi : Partai Golkar
    Dapil : SUMATERA UTARA III


8. Nama : IR Sudjadi
    Fraksi : PDI-P
    Dapil : JAWA TENGAH VI


9. Nama : KH Abdul Hakim MM
    Fraksi : PKS
    Dapil : LAMPUNG II


10.Nama : KH Asep Ahmad Maoshul Affandy
     Fraksi : PPP
     Dapil : JAWA BARAT XI



11.Nama : Nur Iswanto SH, MM
     Fraksi : Gerindra
     Dapil : SUMATERA SELATAN II


12.Nama : Saleh Husin SE, M.Si
     Fraksi : Hanura
     Dapil : NUSA TENGGARA TIMUR II



Berikut Foto-foto suasana TKI yang terlnatar di bandara Internasional Dubai :
Foto TKI Terlantar, terlihat salah satu anggota DPR berjalan (kompas.com)


TKI nampak kebingungan di bandara Dubai (kompas.com)
Nama-nama diatar menurut Pemuda Indonesia Baru bila benar mengabaikan para TKI seperti apa yang diberitakan oleh media-media, maka mereka layak disebut anggota DEWAN PENELANTAR RAKYAT setelah mejadi DEWAN PERAMPOK RAKYAT, apalagi bila benar juga seperti apa mereka memprilakukan para TKI disana seperti apa yang diberikatakan media, mereka mendapat bonus anggota DEWAN PENGHINA RAKYAT, dan entah gelar apalagi yang mereka akan raih selama mereka memiliki jabatan.

Hal ini dapat kita jadikan sebagai penilaian apakah mereka masih layak menjadi wakil kita, bagi warga yang memilih pada daerah pemilihan (dapil) para anggota DPR diatas hendaknya lebih kritis dalam memilih, dan anda sebagai konstituen berhak menyampaikan kritik sran kepada mereka, bila tidak dihiraukan, maka tahun 2014 anda sudha tau apa yang anda perbuat.

Begitu juga kepada Pengurus Partai yang memiliki kader seperti daitas agar menegur dan menjatuhkan sanksi, sebelum rakyak akan memberikan sanksi pada pemiu 2014 yang akan datan. Kesalahan jangan di tolerir, bina kader-kader anda, bila tidak dapat dibina , pecata dan PAW kan segera. Saatnya para partai memilih Kader atau Rakyat (don).

Setelah UUD 1945 Kini Pancasila Mau Diubah

Setelah UUD 1945 Kini Pancasila Mau Diubah. - Beberapa waktu yang lalu, kita digemparkan oleh pernyataan Ruhut Situmpol Ketua DPP Partai Demokrat soal Amandemen UUD 1945 untuk memperpanjang masa jabatan presiden, kini muncul penyataan dari budayawan Cak Nun bahwa Pancasila merupakan Sumber masalah dan Perlu diubah seluruhnya. 

Ada apa dengan kedua orang ini ?

Bila Ruhut, mungkin bisa kita maklumi karena dia seorang Politisi  dandapat kita ketahui kemana arah atas wacana yang dia lemparkan pada publik tersebut. Nah bagaimana dengan Cak Nun ?

Bila kita lihat alasannya mengapa pancasila perlu diubah karena beliau menilai Konflik berbau agama yang sering terjadi di bangsa ini disebabkan pada Pancasila hanya ada Konsep Ketuhanan bukan Tuhan secara subyek.

Alasan ini sangat mengherankan, apa Seorang Cak Nun begitu sempitnya memandang arti sila ke 1 tersebut ? Apakah beliau begitu bodoh menngartikan Konsep Ketuhanan dan Subyek Tuhan ? Apakah Cak Nun Budayan kondang sudah menggangap Indonesia ini hanya ada satu agama ?

Cak Nun... Cak Nun.. Apa sebenarnya motivasimu, Ruhut.. Ruhut siapa yang menyuruhmu ? (don)

Polisi Ataukah Presiden Yang Berbohong

Mabes Polri Atau Istana Presiden Yang Berbohong - Menjelang pidato kenegaraan, Presiden SBY dikabarkan memanggil sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II ke istana Presiden untuk membahas Pidato kenegaraan yang nantinya disampikan dihadapan Dewan perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada tanggal 16 agustus 2010 sehari sebelum HUT RI ke 65 Tahun.

Menurut informasi bahwa selain sejumlah menteri, Kapolri Jenderal Babambang Hendarso Danuri juga ikut dipanggil. Akan tetapi hal ini dibantah oleh pihak Istana, bahwa yang dipanggil hanyalah sejumlah menteri saja.

Berbeda dengan pernyataan Pihak Mabes Polri, Melalui Kadiv Humas Mabes Polri  Irjen Edward Aritonang mengatakan bahwa Kapolri dipanggil oleh Presiden, hal ini disampaikan oleh Kadiv Humas, ketika jumpa pers dengan wartawan terkait batalnya sertijab sejumlah jabatan dilingkungan Mabes Polri.

Perbedaan kedua pendapat antara Juru bicara presiden dengan Kadiv Humas Mabes Polri, mmebuat kita bertanya, pernyataan siapa yang benar, karena kedua-duanya merupakan speaker dari kedua instansi tersebut.

Jadi dimana Kapolri saat itu ? Apakah ini bagian dari Tips dan Trik Politik, ataukan ada yang dirahasiakan ? 

Terlepas apapun motivasi dan mana yang benar salah dari kedua pendapat tersebut, yang jelas hal ini sangat memalukan dan merupakan contoh yang tidak baik bagi masyarakat Indonesia. Dimana disini terlihat jelas koordinasi, komunikasi antar lembaga di indonesia masih snagata buruk, dan mungkin saja memang para pejabat kita adalah Pakar Pembohong. 

Laporan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Tidak Jelas

Laporan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Tidak Jelas - Tanggal 25 April 2010 Satgas Pemberantasan Mafia Hukum mempublikasikan kinerja meraka dalam bentuk laporan Triwulan di situs resmi mereka. Sayang laporan itu tidak jelas dan bisa dikatakan itu bukan laporan melainkan hanya sbeuah tulisan yang hanya dapat dipahami dan diketahui oleh pembuat laporan itu sendiri yang dalam hal ini Satgas sendiri.

Laporan itu dibuat terkesan hanya sebagai lips service bagi masyarakat atas kinerja Satgas Pemberantasan mafia hukum yang dalam proses pembetukannya menui pro-kontra dari berbagai kalangan masyarakat.

Pada tulisan Pemuda Indonesia Baru terdahulu telah memaparkan bahwa Satgas yang dibuat oleh Presiden ini lebih cenderung dijadikan alat politik bagi pemerintahan yang berkuasa saat ini.

Dari kesemua item yang ada pada laporan tersebut tidak ada satu itempun yang menunjukan secara konkret dan jelas kinerja satgas pemberantasan mafia hukum sehingga masyarakat dapat menilai apakah memang satgas berpengaruh postif terhadap penegakan hukum dalam mencapai keadilan dan kepastian hukum.

Misalnya laporan mengenai "Hingga 30 Maret 2010 Satgas PMH telah dan sedang menindaklanjuti 381 (tiga ratus delapan puluh satu) pengaduan yang masuk serta beberapa kasus lain berdasarkan temuan Satgas PMH dengan berkoordinasi penuh dengan lembaga-lembaga terkait. Beberapa laporan/temuan yang telah dan tengah ditindaklanjuti" tidak dijelaskan kasus apa, dimana, siapa dan bagaimana tidak dijelaskan.

Dari 381 laporan/temuan hanya ada lima dituliskan kasus apa yang sedang ditindak lanjuti yaitu :

Praktik pemberian fasilitas mewah untuk sejumlah narapidana/tahanan;

Dugaan adanya rekayasa kasus dan penganiayaan terhadap Sukandhi Sukatma alias Aan yang melibatkan oknum kepolisian. Kasus ini penting mengingat Aan merupakan salah satu saksi kunci yang memiliki informasi penting tentang dugaan praktik mafia hukum di lembaga penegak hukum;

Dugaan mafia hukum dalam penanganan kasus pidana aparat Ditjen Pajak, Gayus H. Tambunan, yang melibatkan beberapa oknum Perpajakan, Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, Advokat dan Notaris;

Proses penegakan hukum dalam kasus penggelapan pajak senilai 1,3 trilyun oleh Asian Agri Group (AAG);

Dugaan suap dan rekayasa kasus oleh beberapa hakim.

Pertanyaanya adalah bagaimana dengan skandal Century, Skandal Pajak Bakrie Group, Lumpur Lapindo, Kasus Anggodo, Kasus perambahan Hutan yang tersangkanya telah kabur Adenan Lis, masih banyak kasus kasus yang seksi serta terkait mafia hukum tidak digubris oleh Satgas buatan pemerintah ini.

Ironisnya, bila kasus tersebut mempunyai hubungan dengan "Penguasa" maka Satgas terkesan menutup mata, lihat saja Skandal Century, Kasus Lumpur Lapindo, Mega Skandal pajak Bakrie, dana beberapa contoh kasus lain yang pada tulisan sebelumnya pemuda indonesia baru telah sampaikan.

Laporan yang tidak jelas, tebang pilih dan terlmabat ini menambah rentetan alasan bahwa Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang dibuat oleh SBY ini hanya sebagai alat dan corong pemerintah dalam rangka menjawab ketidakpuasan masyarakt terhadap penegakan sistem hukum selama pemerintahan SBY akan tetapi nyatanya.....adalah Pembodohan Rakyat.

Nama Anggota Tim Pengawas Skandal Century

Nama Anggota Tim Pengawas Skandal Century - DPR telah menetapkan 30 orang nama-nama anggota Tim Pengawas Century dan telah dilantik pada hari Selasa 27 april 2010 pada rapat paripurna DPR . 

Dari ke-30 anggota Tim pengawas tersebut diambil dari tiap Fraksi secara proporsional, yaitu F-PD 8 orang, F-PG 6 orang, F-PDIP 5 orang, F-PKS 3 orang, F-PAN 2 orang, F-PPP 2 orang, F-PKB 2 orang,sedangkan F-Gerindra dan F-Hanura masing masing 1 orang.

Berikut nama-nama tim Pengawas Skandal Bank centruy yang dimaksud:
Fraksi Demokrat
1. Achsanul Qosasi
2. Djafar Hafsah
3. Ignatius Mulyono
4. Sutan Bhatoegana
5. Vera Vebriyanti
6. Didi Irawady
7. Gede P. Suwardika
8. Sutjipto

Fraksi Golkar
1. Azis Syamsuddin
2. Agun Gunanjar Sudarsa
3. Ade Komaruddin
4. Bambang Soesatyo
5. Idrus Marham
6. Melchias Marcus Mekeng

Fraksi PDIP
1. Gayus Lumbuun
2. Sidharto Danusubroto
3. Ganjar Pranowo
4. Trimedya Panjaitan
5. Hendrawan Supratikno

Fraksi PKS
1. Mahfudz Siddiq
2. Andi Rahmat
3. Fahri Hamzah

Fraksi PAN
1. Asman Abnur
2. Tjatur Sapto Edy

Fraksi PPP
1. Epyardi Asda
2. Aditya Mukhti Arifin

Fraksi PKB
1. Imam Nachrowi
2. Nur Yasin

Fraksi Gerindra
Soepriyatno

Fraksi Hanura
Akbar Faizal

Tim ini dibentuk dan disahkan untuk mengawasi proses hukum terhadap rekomendasai DPR terhadap Kasus Bail out Century yang diduga bermasalah. selain itu juga Tim Pengawas ini bertugas mengabil langkah dan upaya agar aset-aset negara dari kasus Bank century  dapat kembali  pada negara.

Menurut ketua DPR Marzuki alie masa kerja tim pengawas ini tidak terbatas (15/4/2010), sedangkan menurut Berdasarkan penuturan Mahfudz, tim ini akan bekerja selama 60 hari (25/4/2010). Siapa yang benar diantar kedua anggota ini? mari kita tunggu saja, 

Terpenting adalah Bila untuk rakyat Lebih cepat lebih baik agar pembangunan indonesia dapat kita lanjutkan.

Tolak SBY-Boediono

Tolak SBY-Boediono - Presiden dan wakil presiden terpilih SBY-Boediono hari telah dilantik. Pada hari pelantikan pemenang pilpres 2009 diwarnai demonstrasi penolakan terhadap SBY-Boediono. Aksi tolak SBY-boediono ini terjadi diberbagai daerah dan dilakukan oleh dari berbagai elemen masyrakat, dari mahasiswa sampai kelas buruh. Aksi Tolak SBY-Boediono terjadi di Yogyakarta, Jakarta, bandung, bogor, makassar, surabaya,solo dan diberbagai kota lainnya.

Ada sejumlah aksi menolak pelantikan SBY-Boediono yang digelar di Yogayakarta, Selasa (20/10/2009). Anggota BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar aksi di Bundaran kampus di Bulaksumur. Aksi lainnya dilakukan oleh HMI MPO Yogyakarta, Solidaritas Rakyat Yogyakarta (SRY), LMND, Aliansi Kebangsaan, Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) berpusat di Tugu Yogyakarta, kawasan Malioboro dan simpang empat Kantor Pos Besar di jl Senopati.

Para demonstran menolak pelantikan SBY-Boediono sebagai presiden dan wakil presiden RI 2009-2014. Alasannya pemerintahan sekarang merupakan pemerintahan Orde Baru jilid dua, antek asing/penjajah, pro kapitalis dan neoliberalisme.

Para demonstran juga mempertanyakan janji-janji politik SBY-Boediono saat kampanye pilpres 2009. Mereka menuntut agar pemerintah mengembalikan fungsi KPK serta memecat Kabareskrim Mabes Polri Susno Duadji dan menyelesaikan berbagai pelanggaran HAM seperti kasus Munir, penculikan aktivis dan mencabut UU BHP. Termasuk juga menuntut skandal Bank Century yang diduga melibatkan Boediono dan Menkeu Sri Mulyani serta pejabat lainnya diusut tuntas. Menurut mereka SBY Tidak banyak prestasi bagi pemerintahan SBY dahulu sehingga tidak layak untuk dilanjutkan. Mereka antek neoliberalisme, harus dihentikan.

Di makkasar Ratusan orang yang merupakan gabungan antara mahasiswa se-Makassar dari berbagai universitas serta massa yang menamakan diri Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) berunjuk rasa menolak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.Mereka menolak pemerintahan SBY-Boediono karena dinilai lebih pro kepada program neoliberalisme.

Dijakarta Ratusan orang dari berbagai organisasi buruh berunjuk rasa di depan pintu gerbang Gedung DPR. Mereka menolak pelantikan SBY-Boediono karena dinilai hanyalah boneka Amerika.


sementara di solo sebelum melaksanakan aksi demonstrasi para ademontran terlebih dulu ditangkap Puluhan mahasiswa yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Sukoharjo ditangkap aparat kepolisian kota besar (Poltabes) Solo, saat baru saja turun dari bus kota di Bundaran Gladag, Solo, Selasa (20/10).

Mereka yang berhimpun dalam wadah Front Mahasiswa Solo Raya (FMSR) ini sedianya akan mengggelar aksi menolak pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih di tempat itu. Namun, belum sempat menyuarakan aspirasinya, sekitar 30 mahasiswa yang sebagian besar mengenakan jaket almamater itu langsung ditangkap polisi dan dimasukkan ke dalam truk yang telah disiagakan.

Aksi penolakan terhadapa SBY-Boediono ini merupakan sesuatu yang wajar dalam iklim demokrasi, yang perlu kita renungkan bersama adalah apakah benar selama pemerintahan SBY 5 tahun terakhir sudah membawa indonesia ke arah lebih baik? Dan bagaimana 5 tahun kedepan?

Menurut Pemuda Indonesia Baru secara keseluruhan dalam 5 tahun pemerintahan SBY-JK tidak ada perbaikan yang signifikan yang adanya hanyalah Utang bertambah, Ditemukanya cara baru dalam korupsi dengan menggunakan hukum, bencana dimana-mana dan yang paling mengerikan adalah indonesia menjadi sapi perahan dari negara-negara maju (Buktinya akan ditulis pada postingan berikutnya). Tapi mengapa kesannya pemerintahan SBY baik dimata masyarakat kecil? hal ini dikarenakan SBY pandai memainkan media, dan menyuap rakyat dengan BLT.

Melihat hal diatas maka dapat kita prediksikan 5 tahun kedepan indonesia akan mengalami yang lebih buruk, ibaratnya pemerintahan SBY selama 5 tahun ini ibarat api dalam sekam. Hal ini sudah mulai kita lihat pada skandal BANK century, Pelemahan KPK, pemilihan menteri menteri yang duduk di kabinet yang pada umumnya orang dekat dari SBY. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah SBY telah mengobok-obok partai-partai besar, dan menempatkan orang-orangnya pada pertai tersebut.

Indonesia akan menghadapi New Diktator yang sistematis dan teroganisir, halus dan cerdas. Mereka akan melakukan hegemoni melalui media, dan membuat pertahanan melalui UU akan tidak tersentuh oleh Hukum,( Contoh kasus BANK century, PERPU No 4 Tahun 2008 ).

Jadi sangat rasionallah bila para pemuda dan kaum tertindas yang berpikir intelek menolak SBY-Boediono. SBY-Boediono telah dilantik, artinya skenario neoliberisasi indonesia telah dimulai. Hukum alam akan berlaku siapa yag kuat dia yang bebuat, yang lemah hanya bisa menunggu belas kasihan dari keuntungan kaum-kaum pemodal.

Artikel terkait:
JANGAN PILIH PRESIDEN YANG TIDAK ANTISIPATIF
KEKISRUHAN PEMILU 2009 MERUPAKAN SKENARIO POLITIK
SEPULUH JANJI TIDAK DAN ATAU DITEPATI PRESIDEN SBY
BOEDIONO PENGANUT NEOLIBERALISME
PILPRES 2009 DAN POLITIK KARBITAN
MEMUDARNYA ISU NEOLIBERLISME- POLITIK PENGALIHAN ISU
BUKTI DANA PNPM ADALAH UTANG
HENTIKAN MEMBOHONGI RAKYAT
Isu Satu Putaran Rasionalisasi Kecurangan
Campur Tangan Asing Dalam Kemenangan SBY
Gambaran Skenario Kecurangan Pilpres
KISRUH DPT PINTU MASUK KECURANGAN

Putusan MA Tidak Berlaku

Putusan MA Tidak Berlaku - Putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan Pasal 205 ayat (4) sesui dengan konstitusi membuat Putusan Mahkamah Agung (MA) tidak berlaku. Putusan Mahkamah Konstitusi ini akhirnya memperkuat peraturan dan keputusan KPU tentang Penghitungan Kursi pemilu legislatif tahap kedua.

Alasan Mahkamah konstitusi adalah bahwa putusan Mahkamah Agung (MA)mengenai judical review peraturan KPU berakibat tidak adanya kepastian hukuam dan kepastian keadilan karena putusan Mahkamah Agung (MA) tersebut multitafsir. Sehingga Mahkamah Konsitusi hal ini harus diberi tafsir Konstitusi.

Mahakamah Konsitusi bukan menyalahkan ataupun menguji judical reviewnya yang salah karena Mahkamah Agung memang memounyai hak uji materiil tergadap peraturan dibawah UU, Akan tetapi Putusan judical review tentang penghitungan perolehan kursi tahap kedua oleh Mahkamah Agung tersebut dinilai kehilangan dasar pijakannya.

Putusan yang menimbulkan multitafsir hanya akan menimbulkan ketidak pastian hukum dan ketidak adilan. Hal ini sangat bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945 sehingga harus diluruskan dengan tafsir konstitusi dan lembaga yang berhak dan berwenaang menetapkannya adalah Mahkamah konstitusi.Putusan MK ini memperjelas kepada kita bahwa Putusan MA tidak
berlaku dengan sendirinya dan memperkuat perturan dan keputusan KPU mengenai penghitungan kursi tahap kedua.

Dengan dikeluarkannya putusan MK tersebut maka timbul pertanyaan, bagaimana dengan putusan MK mengenai perolehan kursi yang jelas dan nyata juga berbeda dengan perolehan kursi yang ditetapkan oleh KPU ? Apakah dengan keluarnya keputusan ini. keputusan MK tentang perolehan kursi pileg kemaren juga tidak berlaku ? Ataukah hal ini hanya sebagai bentuk perlawanan karena dengan MA ini Keputusan MK mengenai Perolehan Kursi Pileg kemaren seakan-akan tidak tepat, artinya pertaruhan image antar lembaga ?

Download APBN 2009 Indonesia

Download APBN 2009 Indonesia - APBN 2009 Indonesia telah disahkan menjadi UU oleh DPR bersama Presiden menjadi APBN 2009 Indonesia. APBN perlu kita katahui bersama untuk menilai apakah pemerintah telah dengan bijak dan tepat menerapkan APBN tersebut. Hal ini sangat penting karena salah satu indikasi keberhasilan pemerintah dalam menjalankan roda pembangunan kita ketahui dari APBN yang mereka buat.

Dengan mengetahui isi dari APBN maka kita dapat mengawal kemana uang negara tersebut dialokasikan apakah pro terhadap rakyat atau tidak, kemudian kita dapat mengawal juga pelaksanaan APBN tersebut apakah berjalan dengan baik ataukah hanya sekedar diatas kertas. Mari kita semua menjadi pengawal anggaran tersebut karena lembaga pengawas belum tentu mengawal dengan baik dan benar.

Untuk itu kami dari pemuda indonesia baru menyediak document APBN 2009 untuj kita ketahui dan evaluasi bersama. saudara/i sekalian dapat mendownloadnya di sini: Download APBN 2009

Sekali lagi hal ini sangat penting, kita bukan tidak percaya dengan wakil-wakil rakyat kita maupun dengan pemerintah kita, tapi ditengah krisis teladan dan kepercayaan ini marilah kita saling menjaga dan mengawasi agar Uang yang dari kita kembali untuk kita dan oleh kita. Mari Kawal Pelaksanaan APBN agar dipergunakan dengan semestinya.

ALASAN MENGGUGAT KPU

ALASAN MENGGUGAT KPU - Pilpres 2009 sudah berlalu sebulan, akan tetapi pilpres 2009 tidak berhenti untuk dibicarakan. Banyak sebenarnya alasan mengapa Pilpres 2009 ini layak dan memang harus dibicarakan. Hal yang paling menarik adalah adanya pihak yang menggugat KPU dimana menurut mereka banyak sekali alasan untuk melakukan gugatan, dan memang alasan mereka sangat rasional dan perlu didukung sebagai bentuk kepedulian kita terhadap pendewasaan demokrasi indonesia sekaligus sebagai pembelajaran politik rakyat, sehingga dikemudian hari ada perbaikan-perbaikan yang sifatnya membangun.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa yang menggugat KPU adalah pasangan Mega-PRo dan JK-Win masing-masing No urut 1 dan 3, sementara pasangan pemenang SBY-Boediono tidak ikut menggugat KPU. Pro dan kontra mengenai menggugat KPU ini tidak dapat dihindarkan. Baik penggugat dan tergugat sama-sama bersikukuh bahwa pihak merekalah yang benar. Pro dan kontra ini hanya dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum, karena indonesia merupakan negara hukum dan yang berhak menyatakan benar atau salah hanyalah hukum.

Mahkamah Konstitusi yang dalam hal ini pihak yang berwenang telah menerima gugatan dari pihak penggugat dan telah meerima gugatan tersebut. KPU sebagai pihak tergugat telah diberitahukan oleh Mahkamah konstitusi agar menyiapkan pembuktian, demikian juga halnya pasangan SBY-boedionao juga dilibatkan sebagai pihak yang terkait dalam kasus pilpres ini dan akan diminta keterangan oleh Mahkamah Konstitusi.

Sebagai pihak terkait pasangan SBY-Boediono kesannya selalu membela KPU dan menyakan bahwa Penyelenggaraan Pilpres 2009 berjalan dengan baik dan gugatan ini tidak beralasan hanya sebagai bentuk tidak bisa diterimanya kekalahan, Lain halnya dengan Pihak Penggugut, mereka menyatakan bahwa yang mereka gugat bukan pasangan SBY-Boediono melainkan KPU yang dinilai tidak melakukan kinerjanya sebagai penyelenggara pemilu dengan baik.

Menurut Pihak Penggugat ada beberapa alasan KPU layak untuk digugat yaitu:

Permasalahan Daftar Pemilih Tetap.
Menurut mereka DPT pada pada pemilu kali sangat kacau balau, dimana pada DPT banyak sekali pemilih ganda dan bahkan orang yang telah meninggalpun masih tercatat. Kemudian banyak rakyat tidak terdaftar dalam DPT, hal ini melanggar hak asasi manusia dan angkanya sampai puluhan juta, Versi Mega-Pro ada sekitar kurang lebih 28 Jt dan JK-Win sekitar 25 jt. Persoalan DPT ini memang telah dijawab oleh MK yang menyakan bahwa bagi Warga yan telah berhak memilih dapat memilih dengan beberpa syarat. Akan tetapi waktunya sosialisasinya cuma 3 hari.

Pengurangan TPS yang tidak prosedural
KPu sebagai penyelenggar pemilu memang diberi hak untuk menambah dan mengurangi TPS yang dilindungi PERPU, akan tetapi harus diumumkan terlebih dahulu. Tapi pengurangan yang terjadi pada pilpres 2009 kemaren hal ini tidak dilakukan KPU. Pengurangan TPS tersebut mencapu ribuan TPS diseluruh Penjuru tanah air.

Sosialisasi PIlpres yang menguntungkan Pasangan Lain.
Hal ini sangat kita jelas lihat dimana pada sosialisasi pemilihan yang dilakukan KPU tentang cara memilih, yaitu dengan mencontreng No. 2,jadi ada semacam pengarahan pemili, bagi kaum terpelajar memang hal ini tidak masalah tapi penduduk indonesia masih lebih banyak tidak terpelajar dan lebih cenderung ikut-ikutan , sehingga bisa saja mereka mengikuti apa yang disosilisikan oleh KPU.

Keterlibatan Pihak ASing.
Undang-undang dengan jelas menyatakan bahwa pemilu diindonesia harus bebas dari ketrlibatan pihak asing secara langsung. Akan tetapi pada pilpres 2009 kemarin ada lembaga asing yang terlibat dalam hal memberikan bantuan pengitungan suara melalui SMS.

Pelanggaran-pelanggaran Pilpres lainnya.
Pelanggaran pilpres 2009 juga banyak kita lihat pada hari H pelaksanaan pilpres tersebut misalnya di pandan, sumatera-utara,ada kepala desa yang menyontreng lebih dari sekali, kemudian di papua. ada anak kecil yang memilih, mewakili memilih. dll

Secara keseluruhan pilpres 2009 ini sangat jauh dari penyelenggaran pemilu yang baik. Dan bahkan banyak pengamat mengatakan bahwa Pilpres 2009 ini merupakan Pesta demokrasi paling kacau sepanjang sejarah indonesia. Hal ini sangat kita sayangkan.

Guggatan Pilpres 2009 ini bisa dikatakan sebagai bentuk pembelajaran, ini bukan persolan menang kalah, tapi persolan benar-salah. Kita semua mahluk beriman, yang benar pasti akan tetap menang jangan takut yang salah jangan dicemooh karena tanpa ada kesalahan tidak mungkin ada kebenaran. Kita serahkan semua kepada MK untuk memberikan keadilan kepada Indonesia. Dan kepada para pihak agar kiranya bersikap arif dan bijaksana, lepaskan ego politik kita, hilangkan gengsi kita, hancurkan keserakahan kita. Mari kita semua berdoa agar kiranya Tuhan Yang Maha Esa memberikan Jalan yang benar buat MK dan memberkati kita semua agar Indonesia dapat kembali berjaya menuju Indonesia Baru. Merdeka.....!!!


Putusan MA Pengalihan Isu Semata

Keputusan MA Pengalihan Isu Semata - Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Peraturan KPU No. 15 /2008 tentang tata cara Pengihitungan kursi, menui banyak respon, baik positif maupun negatif dari berbagai kalangan. Pasca keluarnya Keputusan MA ini maka banyak terjadi perubahan pada siapa yang memperoleh kursi dewan perwakilan rakyat, baik di tingakt pusat maupun tingkat daerah.

Inti dari keputusan MA itu menyatkan bahwa partai yang mendapatkan BPP saja yang berhak mendapatkan kursi. Hal ini tentunya menguntungkan partai-partai besar dan sangat merugikan partai kecil dan bahkan diberbagai daerah pemilihan hanya ada 1 partai yang berhak mendapatkan kursi.

Keputusan ini sebenarnya sudah ada sejak awal juni baru dipublikasikan pertengan juli ini, hal ini membuat berbagai macan pendapat bahwa Keputusan MA ini hanya merupakan sebuah trik politik untuk mengalihkan isu terhadap wacan politik yang berkembang saat ini yaitu mengenai gugatan terhadap hasil capres yang sarat dengan pelanggaran dan kecurangan.

Waktu dibuatnya keputusan dan dipublikasikannya putusan memang dapat dijadikan indikasi awal bahwa hal ini merupakan politik pengalihan isu. Hal ini memang sangat rasional, dimana dengan adanya gugatan terhadap hasil pilpres, maka pihak yang tidak mendukung gugatan itu tentunya tidak mau diam begitu saja. Tidak ada cara lain wacana gugatan itu harus diredam dan bila perlu partai yang , medukung gugatan itu harus di pecah konsentrasinya minimal kader-kader partai yang menggugat tersebut akan kena shock terapi dan mungkin saja akan lebih mengurus kepentingannya pribadi.Kemudian bisa saja nanti hal ini dijadikan KPU sebagai posisi tawar politik terhadap pengugat, karena bisa saja di DPR pusat mereka kursi mereka bertambah tapi kader-kader mereka di daerah tidak mendapakan kursi sama sekali. Tentunya hal ini akan sangat merugikan partai.

Jadi menurut Pemuda Indonesia Baru Keputusan MA ini juga merupakan bagian skenario Politik satu putaran.

TERORIS JUGA MANUSIA

TERORIS JUGA MANUSIA - Saat ini Indonesia kembali digunjang aksi teror berupa peledakan BOM di Hotek JW Marroitt dan Carl-Hilton. Ledakan Bom yang terjadi di kedua Hotel Bertaraf internasional tersebut memakan korban jiwa dan puluhan orang lainnya terluka begitu juga kerugian materi dari pihak Hotel. Pristiwa Teror Bom ini sangat merugikan bagi Indonesia baik secara politis dan moral di mata dunia internasional walaupun secara ekonomi tidak terjadi kerugian yang begitu signifikan.

Ledakan Bom yang terjadi menurut beberapa pengamat ditenggarai oleh organisasi teroris yang telah terorganisir secara rapi dan mempunyai modal yang besar. Pihak Kepolisian sendiri belum memberikan keterangan mengenai siapa yang bertanggung jawab dengan aksi ini begitu juga organisasi teroris yang melaksanakan aksi tersebut. Pelaku Bom sudah teridentifikasi oleh pihak kepolisian namun belum memberikan keterangan resmi. Diberbagai Media Indentitas pelaku sudah di publikasikan. Kedua Bom yang meledak tersebut dilakukan dengan Bom Bunuh diri yang dilakukan oleh laki-laki.

Dari beberapa pristiwa meledaknya Bom di Indonesia pelakunya adalah Rakyat Indonesia sendiri. Ini artinya Bahwa rasa nasionalisme pelaku tersebut sudah bisa dikatakan sudah sangat tipis, sehingga pelaku dengan senang hati menodai bangsanya sendiri.

Menurut beberapa Pengamat bahwa gerakan Teror yang ada indonesia merupakan manifesto dari gerakan pembentukan negara agama di Indonesia. Sejarah memang telah membuktikan bahwa ada beberapa kali pristiwa pembrontakan yang arah gerakan pembrontakannya untuk mendirikan negara agama di Indonesia. Gerakan tersebut memang telah berlalu dan notabene telah ditumpas akan tetapi ideologi negara agama masih tetap ada dan berkembang di tanah air. Hal ini dapat kita lihat sendiri pada wacana dan isu yang berkembang di republik ini.

Pada hakikatnya bibit "teroris" ada setiap pada umat manusia dimuka bumi ini. Kebencian, ketidakpuasan, iri, dengki, dll meupakan bibit "terorisme" yang senantiasa akan berkembang dengan cepat bila manusia tersebut tidak mampu meredam gejolak negatif tersebut dalam dirinya.

Keadaan sosial yang berantakan, pengganguran, kebutuhan yang semakin meningkat, kesenjangan sosial dan hal-hal lainnya membaut bibit "terorisme" itu akan berkecambah, di tambah dengan doktrinasi dan iming uang maka komplit sudahlah bibit Teror tersebut akan menjadi BOMMMM yang akan siap meledak dimana dan kapan pun. Jadi Gerakan terorisme yang terjadi di indonesia bukan hanya persoalan idiologi agama tapi juga persoalan ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap pembangunan yang ada dan kerterpaksaan dalam memenuhi kebutuhan.

Bagi pelaku Bom bunuh diri itu, mungkin lebih baik mati seketika dari pada mati berlahan-lahan. Mungkin lebih baik dia mati dari pada keluarganya menderita, mungkin lebih baik mati dikatakan sebagai teroris dari pada mati karena kurang gizi, mungkin lebih baik dihukum karena terorisme dari pada dihukum karena maling beras, mungkin mereka lebih baik dikatakan teroris dari pada seoarang yang bertopeng dibalik jubah kebaikan, mungkin mereka lebih baik dikatakan teroris dari pada memakan uang rakyat dengan korupsi dan kemungkinan-kemungkinan lebih baik lainnya.

Teroris juga manusiaa....!!!!! Teroris tidak perlu ditakuti tetapi perlu diberi solusi. Terorisme tidak perlu dimusuhi tapi perlu diantisipasi. Teroris tidak perlu dicaci-maki, karena perbedaan Patrotisme denganTerorisme sangat tipis. perbedaannya hanya pada sudut pandang.

Menggugat KPU

Menggugat KPU-Dua sesion pesta demokarasi telah berlangsung di Indonesia pada tahun 2009 ini yaitu Pemilihan umum Legislatif dan pemilihan presiden. Hasil dari kedua Pemilihan itu telah kita ketahi bersama. KPU sebagai penyelenggara resmi pemilu telah mengumumkan dan menetapkan hasil Pileg sedangkan untuk hasil pilpres 2009 KPU juga sudah mengumumkan siapa yang menjadi Presiden Indonesia 5 tahun kedepan.

Pada Pemilihan Legislataif KPU telah mengumunkan dan menetapkan sebagai pemenang adalah Partai Demokrat disusul partai Golkar kemudian PDIP pada posisi ketiga kemudian disusul PKS, PAN, PPP, PKB, HANURA dan Gerindra.

Pertarungan Politik berlanjut pada Pilpres dimana 5 dari 9 partai yang lulus parlementry treshold berkoalisi mendukung Capres incument SBY yang berpasangan dengan Boediono seorang yang diisukan penganut Neoliberalisme. Kemudian partai Golkar dan Hanura mendukuang JK-Wiranto dan PDIP-Gerindara Mendukung Mega-Prabowo.

Pelaksanaan Kedua pesta demokrasi ini banyak menimbulkan pro dan kontra mengenai proses pelaksanaannya dimana menurut berbagai pihak penyelenggaran pesta demokrasi yang dilaksanakan selama 5 tahun ini sarat dengan masalah dan kecurangan.

KPU yang merupakan sebagai lembaga penyelenggara pemilu dijadikan sebagai kambing hitam. Memang bila kita mengikuti kinerja KPU selama proses pelaksanaan Pemilihan banyak hal-hal yang perlu kita pertanyakan mulai dari sosialisasi, DPT yang sembrawut, distribusi peralatan pemilihan, dan tahap pelaksanaan serta perhitungan hasil suara sangat jauh dari yang diharapkan.

Setelah penghitungan suara pileg. Partai-partai yang tidak puas maupun caleg yang merasa dirugikan langsung menggugat KPU ke Mahkamah Konstitusi hal ini sesuai dengan yang diamanatkan oleh UU pemilu.

Dari berbagai gugatan yang ada, hal yang mendapat perhatian besar adalah mengenai masalah daftar pemilih tetap, dimana DPT ini dianggap sangat jauh dari kondisi sebenarnya.Hal ini memang sangat penting karan menyangkut hak-hak politik rakyat yang wajib diperjuangkan. dan kenyataanya memang banyak sekali rakyat tidak memperoleh hak memilihnya karena tidak terdaftar di DPT.

Tiga hari menjelang pilpres dilaksanakan MK mengeluarkan Keputusan tentang diperbolahkannya masyarakat memilih dengan membawa KTP serta Kartu keluarga. Akan tetapi waktu yang begitu sempit tentunya tidak bisa menghasilkan hasil yang maksimal. Padahal Persoalan DPT ini jauh-jauh hari sudah menjadi persoalan.

Guagatan terhadap KPU pasca Pileg yang dilakukan oleh beberapa partai maupun caleg ke Mahkamah konstitusi juga terjadi pada pilpres. Yang menjadi subjek gugatan tetap KPU sebagai penyelenggara pemilu. materi gugatan pun tidak jauh-jauh dari gugatan pileg dahulu tentunya ditambah penemuan-penememuan baru yang ditemukan oleh piha-pihak yang menggugat.

beberapa kalangan ada yang berpendapat bahwa pihak yang menggugat KPU meruapakan ketidakmampuan pihak tersebut menerima kekalahan dan hal ini juga membuktikan bahwa demokrasi indonesia masih muda.Dilain pihak hal ini dibantah, bahwa gugatan ini dilakakukan untuk memberikan pendidikan politik dan sekaligus sebagi proses pematangan demokrasi indonesia.

Menurut Pemuda Indonesia Baru KPU memang layak digugat dan bila perlu pemerintah juga digugat. Pemerintah juga perlu digugat karena sebagai pengemban amanat rakyat tidak mampu mengantisipasi yang dimungkinkan terjadi sehingga banyak timbul permasalahn-permasalahan samapi-sampai hak politik beberapa rakyat juga hilang. kemudian data pemilih sementara mentah yang diolah KPU juga dari pemerintah. Seharusnya bila pemerintah bekerja baik melalui Badan Pusat Statistik tentunya permasalahan DPT ini tidak sedemikian kompleks.

Gugatan terhadap KPU ini bukan persoalan menang atau kalah akan tetapi lebih kepada pendidikan kepada kita agar kiranya kedepan tidak menjadi preceden buruk agar kedepannya pihak-pihak yang terkait lebih baik dan profesional. Mahkamah konstitusi juga harus dapt bersikap jurdil dalam hal ini yang jelas DPT bermasalah itu tidak dapat dipungkiri lagi.

Menggugat KPU merupakan sebuah langkah yang baik dan benar, karena dengan menggugat KPU rakyat juga nantinya tau siapa yang tidak melakukan tugasnya dengan baik. sehingga dengan keluarnya keputusan MK nantinya rakyat tidak lagi menjadi bingung mengenai wacana-wacana buruk seputar pileg dan pilpres berkembang selama ini. Semoga saja Mahkamah konstitusi objektif jujur dan adil.

Informasi Intelijen Tidak Terbukti

Informasi Intelijen Tidak Terbukti-Kekhawatiran atas rencana pendudukan KPU maupun demonstrasi oleh pendukung pasangan capres-cawapres yang kalah dalam pemilu tak terbukti. Sejak proses rekapitulasi dilakukan, unjuk rasa baru ada Sabtu siang seusai KPU menggelar rapat pleno terbuka penetapan dan pengumuman hasil pilpres. Namun, unjuk rasa yang berlangsung di tengah hujan lebat itu berjalan damai.

Sekitar pukul 13.00, pengamanan kantor KPU pun mulai dikendurkan. Beberapa kendaraan taktis yang sebelumnya disiagakan sudah dipindahkan. Demikian pula gulungan kawat berduri sudah dipindahkan hingga di pinggir trotoar KPU. Jalan Imam Bonjol pun akhirnya kembali dibuka.

Karena data intelijen yang disampaikan Presiden Yudhoyono tak terbukti, Koordinator Juru Bicara Pasangan Kalla-Wiranto, Poempida Hidayatulloh, berharap Presiden Yudhoyono mencabut pernyataannya terkait akan adanya upaya pendudukan paksa Gedung KPU. ”Kalau perlu, minta maaf kepada rakyat Indonesia,” ujarnya.

Koordinator Teknologi Informasi, Tabulasi Suara, dan Relasi KPU Tim Kampanye Megawati-Prabowo, Arif Wibowo, mengatakan, secara etik dan moral, Presiden seharusnya meminta maaf, khususnya kepada pihak- pihak yang dituduhnya hendak menduduki KPU dan mengganggu jalannya pemilu.

”Jika tudingan itu diarahkan ke kami, jelas kami tidak akan pernah melakukannya. Kami bermain dalam jalur demokrasi formal dengan menempuh jalur hukum jika tidak puas dengan hasil pemilu,” katanya.

Sewaktu dihubungi, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng menolak jika Presiden harus meminta maaf dan mencabut pernyataannya. ”Jika tak terjadi apa-apa di KPU, alhamdulillah. Itu berarti aparat keamanan sudah mengantisipasinya sehingga mereka yang akan melakukan upaya tersebut tidak jadi melakukannya karena bisa diketahui publik dan aparat mencegahnya,” ujarnya (kompas.com)

Maka ada pertanyaan yang cukup menarik untuk kita jawab yaitu, Benarkah Data intelijen itu hanya omong kosong ataukah pihak yang mau melakukan pendudukan KPU mengurungkan niatnya karena telah terendus oleh pihak Intelijen?

Menurut Pemuda Indonesia baru perkataan jurubicara Kepresidenan Andi malarangeng yang menyatakan bahwa aparat keamaanan sudah dapat mengatinsipasinya hanya sebuah rasionalisasi politik, bukan sebuah pembuktian bahwa data intelijen yang menyatakan bahwa ada gerakan yang ingin menduduki KPU adalah benar.

Apabila memang benar,seharusnya pihak pemerintah tidak membeberkan rahasia tersebut, dan bukan berarti pemerintah tinggal diam. Pemerintah seharusnya membuktikan itu dengan menungu pihak yang menduduki KPU tersebut tapi telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menangkap dan sekaligus membuktikan kepada rakyat siapa oarang yang ingin menghancurkan demokrasi indonesia ini.

Jadi dengan itu kita semua tahu siapa yang menjadi dalangnya sehingga raktyat rakyat jangan dibuat bingung, yang akibatnya nanti terjadi konflik pemikiran pada setiap kepala rakyat. Tugas pemerintah membuat rakyat tenang bukan membuat bingung dengan skenario politik yang bergelap-gelap dalam terang dan berterang-terang dalam gelap seperti kejadian ini.

Nasionalisme Kalah dengan Terorisme

Nasionalisme Kalah dengan Terorisme-Serangkaian pristiwa aksi terorisme indonesia berupa bom bunuh diri dan modus lainnya ternyata merupakan anak bangsa sendiri walaupun dalangnya ada juga berkebangsaan lain. Hal ini merupakan sebuah permasalahan dan tantangan besar bagi negara republik indonesia yang harus dicari solusi dan langkah antisipasinya, karena bisa saja pristiwa ini akan terus berlangsung apabila tidak adala langkah-langkah yang konkret dari pemerintah untuk mengatasi hal itu.

Permasalahan yang harus dijawab pemerintah sederhana sekali yaitu bagaimana menumbumbuh kembangkan rasa nasionalisme itu pada bangsa ini. Hal ini sangat penting dijawab karena melihat dari siapa yang menjadi pelaku teror terebut merupakan rakyat indonesia sendiri. Pelaku teror tersebut melakukan tindakan yang merugikan bangsanya sendiri dikarenakan tidak adanya cinta terhadap bangsa ini, rasa nasionalisme yang luntur akibat krisis ketidakpercayaan dan hal-hal lain yang mempengaruhi sehingga mereka dengan tega merugikan bangsa dan negara tempat dia lahir dan tumbuh besar.

Musuh dalam selimut itulah pepatah yang mungkin dapat menggambarkan hal ini dan musuh dalam selimut merupakan musuh yang paling berbahaya karena kapan saja bila mau melakukan sesuatu yang tidak baik mereka dapat melakukannya dengan leluasa. Maka wajarlah bila negara-negara luar mengatakan bahwa bangsa ini tempatnya terorisme.

Pristiwa terorisme di Indonesia bukan sekali saja terjadi tapi pemerintah hanya melakukan pedindakan terhadap terorisme yang teridentifikasi. Padahal intinya tidak pernah disentuh yaitu rasa ketidak puasan terhadap keadaan sehingga memebentuk rasa ingin memberontak. Kemudian rasa Nasionalisme juga tidak ditumbuh kembangkan sehingga sangat mudah bagi aktor-aktor intlektual terorisme untuk memasuki alam pemikiran calon-calon kader mereka.

Jadi melakukan pemburuan pelaku terorisme bukan sebuah langkah yang pokok bila kita ingin menghacurkan terorisme di indonesia tapi juga bukan merupakan langkah yang buruk. AKan tetapi menumbuh kembangakan rasa nasionalisme dan cinta tanah air pada rakyat serta pemerataan pembangunan disetiap lini merupakan hal yang pokok. Sehingga dengan adanya rasa cinta dan nasionalisme pada setiap tetes darah rakyat indonesia setiap maka hal-hal yang bersifat merugikan negara indonesia tidak akan mudah diterima oleh saudara/i kita masyarakat indonesia.

Mari kita kalahkan Terorisme dengan Nasionalisme dan Cinta Indonesia. Garuda didadaku bukan Bom di Pundakku.

Terorisme: Idiologi lebih berharga dari Nyawa

Terorisme: Idiologi lebih berharga dari Nyawa-Di Dunia sudah banyak sekali terjadi pristiwa peledakan Bom yang dilakukan dengan cara bom bunuh diri. Motivasi mereka sama yaitu mencapai tujuan yang mereka yakini itu baik dan benar bagi mereka walaupun Tujuan mereka juga berbeda-beda. Yang pasti orang yang melakukan bom bunuh diri ini sudah merasa yakin dengan apa yang mereka lakukan walaupun nyawa taruhannya.

Terlepas dari apa yang menjadi motivasi dan tujuan mereka, orang-orang seperti ini pantas kita ancungkan jempol. Karena Orang-orang seperti ini sangat sulit untuk ditemukan, siapa yang dengan berani memabawa Bom dengan tenang dan sudah tau bahwa bom itu akan meledak dan membunuhnya. jawabanya cuma pelaku bom bunuh diri. Pejuang sehebat apapun pada medan perang pasti berusaha untuk menghidar dari maut, akan tetapi pelaku bom bunuh diri ini berjalan bersama maut dan mendekapnya dengan tenang.

Siapun orang yang mengkader orang-orang seperti ini pastilah orang hebat, sehingga mampu membuat pelaku bom bunuh diri ini ter-ideologi sedemikian rupa sehingga mampu menyerahkan nyawanya untuk idiologi yang menurut mereka merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Bila kita lihat dari para pelaku pembodohan bunuh diri tersebut mereka semunya merupakan Warga Negara Indonesia yang lahir dan besar di indonesia. Indonesia sendiri mempunyai ideologi yaitu pancasila. Idiologi Pancasila sangat melarang aksi tersebut apalagi hal ini membuat indonesia malu dan sangat merugikan indonesia.

Hal ini kiranya menjadi permenungan bagi kita semua terlebih-lebih pemerintah sebagai pengemban amanah rakyat. Kejadian ini seharusnya menjadi cermin sekaligus refleksi bagi kita sudah sejauh manakah kita menghayati dan mengamalkan ideologi kita. Kita juga harus banyak belajar dari kejadian ini, mulai dari cara memerikan kaderisasi idiologi sampai pada pengamalannya di lapangan. Idiologi teroris telah membuktikan bahwa mereka telah menciptkan kader yang militan yang mau mengorbakan dirinya untuk idiologi mereka. Bayangkan bila seluruh rakyat Indonesia menjadi Kader Pancasila seperti halnya mereka. Bila hal itu terjadi terorisme akan sangat sulit masuk ke negeri tercinta ini dan indonesia kan menjadi bangsa yang berdaulat adil dan makmur. Merdeka !!!

Bom JW Marriott-Ritz-Carlton dan Teror Penembakan Freeport

Bom JW Marriott-Ritz-Carlton dan Teror Penembakan Freeport-Di tengah banyaknya masalah yang dihadapi oleh bangsa indonesia, Teror Bom kembali terjadi di Jakarta. Ledakan Bom kali ini terjadi pada dua titik. Ledakan bom pertama terjadi di Hotel JW Marriott pukul 7.45 WIB kemudian disusul ledakan Bom kedua di hotel Ritz-carlton 2 menit setelah ledakan Bom di JW Marriot atau kira-kira Pukul 07.47 WIB pada hari jumat 17 juli 2009.

Ledakan Bom ini menambah bentuk teror kedua yang terjadi pasca PILPRES 2009. Pertama yaitu penembakan oleh oknum yang tidak dikenal di pertambangan PT. Freeport di papua. Sampai saat ini ledakan Bom dan penembakan tersebut belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas inseden yang memakan korban serta mempermalukan bangsa indonesia tersebut.

Bila kita telisik dari sudut pandang tempat kejadian, maka kedua teror ini mempunyai kesaman yaitu sama-sama terjadi pada perusaahan asing. Freport merupakan perusahaan asing yang bergerak dibidang pertambangan dan JW Marriott dan Ritz Hotel merupakan perusaahan asing yang bergerak dibidang perhotelan.

Siapapun pelaku dari kedua teror tersebut apakah sama atau berbeda yang jelas mereka menginginkan agar gerakan mereka ini diperhatikan oleh dunia internasional. Dan memang hal itu telah mereka capai, dimana kedua kasus ini telah begitu menarik perhatian dunia internasional. Apalagi ledakan Bom yang terjadi di JW Marriott dan Ritz-carlton media asing menempatkan berita tersebut pada headline mereka.

Maka timbul pertanyaan kepada kita, adakah hubungan penembakan di PT. Freeport dengan ledakan bom yang terjadi di jakarta? Bila kedua hal ini dihubung-hubungkan maka bisa saja ada hubungannya. indikasi awal telah kita dapat yaitu kedua kejadian itu terjadi pada perusaahaan asing.

Bila kita sedikit kembali menelusuri sejarah maka permasalahan PT.freeport dan JW. Marriott bukanlah sesuatu yang baru pertama kali terjadi. PT Freeport sendiri mempunyai masalah pada awal-awal reformasi begitu juga halnya dengan ledakan Bom di Hotel JW. Marriott. Ledakan BOM ini merupakan kejadian yang kedua kalinya. Kejadian pertama terjadi pada Tahun 2003 yang silam yang juga memakan korban jiwa.

Ironis memang kejadian ini terjadi sesaat setelah PILPRES 2009 digelar bahkan hasilnya pun belum diketahui. Hal ini bisa menjadi sebuah indikasi bahwa kedua kejadian ini merupakan ekses dari Pilpres 2009 yang begitu banyak menui persoalan. Dan bisa juga sebagai manifesto politik ganda oleh pihak-pihak terkait yang ingin membuat kekacuan dan datang sebagai pahlawan.

Indonesia butuh Koalisi yang Oposisi

Indonesia butuh Koalisi yang Oposisi-Pasca PILPRES 2009 ada hal yang sangat menarik untuk kita ikuti yaitu mengenai bagimana sikap dari capres yang kalah dan kebijakan pasangan capres yang menang dalam menentukan siapa-siapa yang menjadi pembantunya dalam memerintah, walaupun hasil real count belum selesai, Kubu SBY-Boediono sudang dianggap keluar sebagai pemenang. Hal ini didasarkan dari hasil Quikcaount dan hasil realcont sementara yang dilakukan KPU, dimana Pasangan SBY-Boediono memperoleh suara lebih dari 50 % yang artinya PILPRES 2009 hanya berlangsung satu putaran.

Dari kedua pasangan yang menjadi seteru SBY-Boediono hanya pasangan MEGA-PRO yang telah menentukan sikap tegas terhadap PILPRES 2009 yaitu bahwasanya PIlpres 2009 sarat dengan pelangaran yang mengarah kepada kecurangan yang sistemik, hal ini akan ditindak lanjuti melalalui jalur hukum dan siapa yang memenagkan pilpres 2009 ini MEGA-PRO masih menunggu hasil realcount dari KPU. Kemudian partai Pendukung Mega-Pro akan mengambil sikap oposisi dalam pemerintahan dan merupakan harga mati apabila mereka gagal memenangkan pilpres 2009 ini.

Sedangkan Kubu JK-WIN yang diusung oleh Partai GOLKAR dan HANURA,belum berani menentukan sikap politiknya, akan tetapi JK-WIN tetap akan mempertanyakan proses PILPRES 2009 dimana menurut mereka PILPRES 2009 sarat dengan pelanggaran yang mengarah kepada kecurangan yang sistemik. Mengenai Sikap koalisi ataukan oposisi mereka agak sedikit fleksibel dan kesannya menunggu bergeining posisition dari pihak pemenang.

Yang tak kalah menariknya adalah Kubu yang "mengclaim" mereka telah menang tidak begitu mempersoalkan permasalah yang terjadi pada proses PILPRES 2009 ini. Padahal sudah jelas sekali bahwa memang begitu banyak pelanggaran yang terjadi. Jadi kesannya mereka sedikit mengambil posisi aman.

KOALISI dan OPOSISI

Koalisi lebih cenderung kita artikan sebagai sikap politik yang mendukung dan didalam pemerintahan walupun ada juga koalisi oposisi seperti yang dilakukan oleh PDIP dan GERINDRA. Sedangkan Oposisi yaitu sikap politik yang menempatkan posisinya diluar dari pemerintah, hal ini bukan berarti sikap oposisi tidak mendukung pemerintah, akan tetapi lebih cenderung menjadi check and balancing dari setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang berkuasa. Hal ini sangat perlu dalam sebuah demokrasi untuk menghindari kebijakan pemerintah yang sifatnya tidak pro terhadap rakyat. Sehingga dapat meminimalkan ke otoriteran dan kebijakn yang lebih mementingkan kepentingan kelompok.

Oposisi sebaiknya sebagai gerakan politik yang sifatnta kritis konstruktif, bukan kritis destruktif. Artinya opisisi dapat memberikan sebuah tawaran konsep membangun bangsa ini kearah yang lebih baik, bukan hanya sekedar mengkritisi kebijakan dan bahakan menolah kebijakan tanpa ada sebuah win-win solusition kepada pemerintah. Jadi dengan cara seperti ini maka dinamika kehidupan berdemokrasi dalam perjalan pembangunan nasional lebih dinamisn dan terarah serta stabil.

Demikian juga halnya dengan pemerintah yang berkuasa, jangan menganggap oposisi sebagai lawan yang sifatnya konfrontatif melainkan pemerintah yang berkuasa memaknai posisi oposisi ini menjadi sebuah mitra konstruktif yang dapat dijadikan sebagai cermin serta refleksi atas kebijakan-kebijakan yang telah mereka keluarkan. Pemerintah yang berkuasa harus menganggap bahwa oposisi ini merupakan koalisi mereka untuk membangun bangsa ini. Karena tidak selamanya Oposisi itu musuh dan koalisi itu adalah kawan yang paling pokok adalaha apalah kebijakan dan tawaran kebijakan tersebut sesuai dengan tujuan bangsa indonesia yaitu menuju adil dan makmur oposisi dan koalisi tidak perlu dipersoalkan.

Indonesia tidak butuh koalisi yang hanya bisa berucap setuju begitu juga Indonesia tidak butuh Oposisi yang hanya bisa berucap tidak. Marilah kita sebagai bangsa yang berdaulat yang bersatu. berucap ya kalau itu benar dan berucap tidak kalau itu salah, dan mari kita berucap Indonesia hanya ada satu. Bersatulah Indonesia.