Tampilkan postingan dengan label pemerintah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemerintah. Tampilkan semua postingan

Grasi Syaukani Presiden Menodai Keadilan

Prof Dr Syaukani HR
Pemberian Grasi Pada  Syakuni Presiden Tidak Adil - Pemberian grasi 3 tahun kepada Koruptor Syaukani HR mantan Bupati Kutai Kartanegara melukai perasaan keadilan, walaupun pihak istana proses grasi telah melalui ujimateri kepatutan dan kelayakan dan telah mendapat pertimbangan mahkamah Agung.

Syaukani HR adalah koruptor dana APBD, Syaukani dinyatakan bersalah menyalahgunakan dana perangsang pungutan sumber daya alam (migas), dana studi kelayakan Bandara Kutai, dana pembangunan Bandara Kutai, dan penyalahgunaan dana pos anggaran kesejahteraan masyarakat.

Sepanjang 2001-2005, dana perangsang yang disalahgunakan itu berjumlah Rp 93,204 miliar. Pengadilan Tipikor dan pengadilan tingkat banding telah memvonis Syaukani dengan hukuman dua tahun enam bulan penjara. Di tingkat kasasi, hukumannya justru diperberat menjadi enam tahun penjara.

Alasan Pemberian Grasi oleh presiden SBY,menurut Menteri Hukum dan Ham Patrialis Akbar, adalah Kemanusian, dimana Syakuni telah sakit-sakitan dan juga telah mengembalikan uang kerugian negara. 

Alasan inilah yang sangat menyayat hati dan menusuk rasa keadilan, karena masih ada yang lebih parah dari kondisi Syakuni tapi mengapa tidak diberikan Grasi, misalnya Tahanan yang terkena HIV/Aids yang ada di padang, dan beberapa daerah lainya di Indonesia.

Kemudian bagaimana pula narapidana yang nota bene dia merupakan tulang punggung keluarga, bagaimana nasib kelurga mereka ? seharunya yang paling layak mendapat Grasi adalah narapidana yang melakukan kejahatan karena untuk memenuhi kebutuhan dalam mempertahankan hidup.

Syakuni HR adalah koruptor,waluapun  tanpa dia berada di keluarganya sekarang  toh juga tetap dapat hidup berkecukupan sehingga alasan kemanusian tidak mencermikan keadilan.

Fenomena Cerita Nikmat

Fenomena Cerita Nikmat, Dewasa, Mesum - Pada tulisan sebelumnya " Cerita Ngentot Dewasa", Pemuda Indonesia baru telah sedikit mengupas tentang Kata kunci berbau mesum ini. Pada tulisan itu PIB meemuat bagaimana Kata kunci Cerita Ngentot Dewasa menjadi kata yag paling populer atau melejit pada kurun 7 hari terakhir diawal bulan juli 2010 lalu.
 
Bila kita lihat pada penelusuran teratas pada http://www.google.com/insights/search, maka kata Cerita berada diposisi ke 3 setelah Facebook dan FB. Kata cerita merupakan kata kunci induk yang bila kita telusuri lebih jauh maka kat kunci kedua ada nikmat, dewasa, ngentot, seks, rakyat dan pendek. Artinya kata kunci yang berbau Cerita lebih dominan adalah berbua mesum.
 
Cerita Berada Pada Posisi Ke 3 Penelusaran Teratas
 
Ini merupakan fenomena dan sekaligus cermin dari para netter maupun pengguna jasa layanan internet di tanah air bahwa ternyata para pengguna internet dalam menggunakan teknologi informasi ini lebih dominan untuk hal-hal yang ngeativ atau kurang baik.

jadi kita gak usah heran bila saat ini banyak ABG (anak baru Gede) yang masih duduk di bangku sekolah telah berprilaku seks bebas. Hal ini dapat kita buktikan dari hasil penelitian bahwa lebih dari 50 % anak didik dibangku SMP tidak perawan lagi.

Situasi ini perlu disikapi serius oleh pemerintah, apabila pemerintah masih berniat membangun generasi penerus bangsa yang bermoral yang tidak berkarakter mesum.

Rencana pemblokiran situs berbau mesum yang digulirkan oleh Dep Menko Info menurut Pemuda indonesia baru tidaklah sebuah langkah yang efektif tapi juga bukan merupakan langkah buruk, karena pemblokiran untuk sebuah website sangat sulit dilakukan apalagi bagi netters yang sudah mengetahui Proxy, dan sedikit installing.

Di lain sisi pemblokiran situs berbau mesum terbeut tentunya akan menurunkan pendapatan pengusaha warnet ( warung Internet) karena bila kita lihat bahwa kebanyakan para netters  menggunakan internet adalah mencari hal-hal yang berbau mesum.

hal ini juga tentunta berimbas kepada penurunan pendapatan perusahaan provider internet, yang tentunya akan juga menugurangi pendapatan negara, jadi sangat dilematis memang antara menjaga Generasi penerus atau menjaga kas Perusahaan provider masuk terus. Mari kita kembalikan kepada Pemerintah. semoga mereka bijak dalam bertindak.

Tanjung Priok Rusuh Situs Pemerintah Di Hack

Tanjung Priok Rusuh Situs Pemerintah Di Hack - Kerusuhan di Koja Tanjung Priok terjadi beberepa waktu lalu dilampiaskan seseorang dengan menghack salah satu situs pemerintah. Situs tersebut beralamat di http://primatani.litbang.deptan.go.id/.

Situs tersebut di deface dengan merubah tampilan situs tersebut. pada tampilan situs tersebut Megatron berpesan 
  
Hentikan Kekerasan Aparat kerakyat.
Pemimpin kita adalah seorang pembunuh
menggerakan bawahan untuk membunuh massa
sebegitu bejadnya pemimpin negeri ini
hanya seuntai maaf untuk beberapa jiwa yang melayang dan ribuan tetes darah yang berserakan
sudah saatnya bangkit melawan dari penindasan
dengan semboyan HIDUP ATAU MATI
Justice For All
2010
Sampai saat ini situs domain pemerintah ini belum diperbaiki. kemungkinan besar Website polri juga akan diserang oleh craker ini. Besar juga kemungkinan hal ini akan terus menjadi sebuah bentuk perlawanan rakyat kepada pemerintah.

Situs Depertemen Hukum dan HAM Error

Situs Depertemen Hukum dan HAM Rusak/Error - Situs Kementerian Hukum dan Ham RI yang beralamat di www.dephumham.go.id tidak dapat diakses. Hal ini diketahuai Pemuda Indonesia Baru saat mencari-cari Dasar Hukum Satgas pemberantasan Mafia Hukum.

Pada awalnya Pemuda Indonesia Baru langsung meluncur mencari dasar hukum satgas tersebut  di Situs www.indonesia.go.id, ternyata di situs tersebut juga tidak ada. Keppres terakhir adalah No 36 Tahun 2009.

Demikian juga hal nya disitus-situs pemerintahan lainnya, www.presidensby.info. Ironisnya pada bagian link indonesia disitus tersebut Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dilink kan ke www.depkehham.go.id juga error.

Saya tertegun sejenak, pertanyaan dan pertanyaan terus berputar dikepala saya. Setalah situs www. indonesia.go.id telah banyak menghapus data, jarang melakukan update seperti yang saya tuliskan beberapa waktu yang lalu,( Banyak situs pemerintah yang tidak Update)  kini saya kembali kecewa dengan pelayanan pemerintah dalam memberikan informasi yang sudah menjadi hak warga negara.

Gambar Tampilan Situs Dephumham ketika Di Browsing (27/3/10)

Hal kecil memang, akan tetapi kecil+kecil akan menjadi Besar.Anggaran untuk itu semua pasti telah disiapkan tapi mengapa membuat kita kecewa. Bila memang Situs ini diperbaiki, selayaknyalah dibuat pemeberitahuan Sedang dalam perbaikan, biar kekecewaan itu tidak mengakibatkan prasangka buruk.

Informasi Intelijen Tidak Terbukti

Informasi Intelijen Tidak Terbukti-Kekhawatiran atas rencana pendudukan KPU maupun demonstrasi oleh pendukung pasangan capres-cawapres yang kalah dalam pemilu tak terbukti. Sejak proses rekapitulasi dilakukan, unjuk rasa baru ada Sabtu siang seusai KPU menggelar rapat pleno terbuka penetapan dan pengumuman hasil pilpres. Namun, unjuk rasa yang berlangsung di tengah hujan lebat itu berjalan damai.

Sekitar pukul 13.00, pengamanan kantor KPU pun mulai dikendurkan. Beberapa kendaraan taktis yang sebelumnya disiagakan sudah dipindahkan. Demikian pula gulungan kawat berduri sudah dipindahkan hingga di pinggir trotoar KPU. Jalan Imam Bonjol pun akhirnya kembali dibuka.

Karena data intelijen yang disampaikan Presiden Yudhoyono tak terbukti, Koordinator Juru Bicara Pasangan Kalla-Wiranto, Poempida Hidayatulloh, berharap Presiden Yudhoyono mencabut pernyataannya terkait akan adanya upaya pendudukan paksa Gedung KPU. ”Kalau perlu, minta maaf kepada rakyat Indonesia,” ujarnya.

Koordinator Teknologi Informasi, Tabulasi Suara, dan Relasi KPU Tim Kampanye Megawati-Prabowo, Arif Wibowo, mengatakan, secara etik dan moral, Presiden seharusnya meminta maaf, khususnya kepada pihak- pihak yang dituduhnya hendak menduduki KPU dan mengganggu jalannya pemilu.

”Jika tudingan itu diarahkan ke kami, jelas kami tidak akan pernah melakukannya. Kami bermain dalam jalur demokrasi formal dengan menempuh jalur hukum jika tidak puas dengan hasil pemilu,” katanya.

Sewaktu dihubungi, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng menolak jika Presiden harus meminta maaf dan mencabut pernyataannya. ”Jika tak terjadi apa-apa di KPU, alhamdulillah. Itu berarti aparat keamanan sudah mengantisipasinya sehingga mereka yang akan melakukan upaya tersebut tidak jadi melakukannya karena bisa diketahui publik dan aparat mencegahnya,” ujarnya (kompas.com)

Maka ada pertanyaan yang cukup menarik untuk kita jawab yaitu, Benarkah Data intelijen itu hanya omong kosong ataukah pihak yang mau melakukan pendudukan KPU mengurungkan niatnya karena telah terendus oleh pihak Intelijen?

Menurut Pemuda Indonesia baru perkataan jurubicara Kepresidenan Andi malarangeng yang menyatakan bahwa aparat keamaanan sudah dapat mengatinsipasinya hanya sebuah rasionalisasi politik, bukan sebuah pembuktian bahwa data intelijen yang menyatakan bahwa ada gerakan yang ingin menduduki KPU adalah benar.

Apabila memang benar,seharusnya pihak pemerintah tidak membeberkan rahasia tersebut, dan bukan berarti pemerintah tinggal diam. Pemerintah seharusnya membuktikan itu dengan menungu pihak yang menduduki KPU tersebut tapi telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menangkap dan sekaligus membuktikan kepada rakyat siapa oarang yang ingin menghancurkan demokrasi indonesia ini.

Jadi dengan itu kita semua tahu siapa yang menjadi dalangnya sehingga raktyat rakyat jangan dibuat bingung, yang akibatnya nanti terjadi konflik pemikiran pada setiap kepala rakyat. Tugas pemerintah membuat rakyat tenang bukan membuat bingung dengan skenario politik yang bergelap-gelap dalam terang dan berterang-terang dalam gelap seperti kejadian ini.

KISRUH DPT SKENARIO SATU PUTARAN

KISRUH DPT BAGIAN SKENARIO SATU PUTARAN,
Pilpres 2009 tinggal 3 hari lagi, akan tetapi masih banyak hal yang belum siap yang sifatnya substansial yakni mengenai DPT (Daftar Pemilik Tetap). Dimana DPT pada Pilpres saat ini masih belum lengkap, masih banyak rakyat belum terdaftar dan angakanya diperkirakan sampai puluhan juta orang.

Kejadian ini sebenarnya sudah terjadi pada Pileg 2009 april kemarin, dan pada pasca pileg itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam hal ini sebagai penyelenggara pemilihan umum dikambing hitamkan oleh pemerintah. Padahal tugas KPU hanya pemutahiran DPT bukan sensus penduduk, jadi data yang diolah datang dari Pemerintah melalui Kepala-kepala daerah.

Tapi entah kenapa KPU terkesan legowo ketika mereka dikambing hitamkan, padahal kesalahan bukan ada pada mereka sepenuhnya. Sikap KPU menerima tanggungjawab ini kesannya untuk melindungi kepentingan politik pihak tertentu. Jadi sudah ada semacam main mata ataupun kerjasama yang apik diantara mereka.

Tentang Kisruh DPT pada Pileg april 2009, ada kelompok yang menyatakan dirinya kelompok Teuku umar yang terdiri dari beberapa partai mencoba mengkritisi dan melakukan gerakan perlawanan, akan tetapi hal itu hanya sebatas wacana yang sifatnya move politik sekaligus mendapatkan posisi tawar politik. Mereka berencana memboikot PIlpres, tapi hanya dengan manuver UU darurat/Perpu capres tunggal dari pihak pemerintah, gerakan boikot tersebut lempem dan masalah kisruh DPT Pileg lenyap ditelan kecurangan.

KPU pada saat itu berjanji akan memperbaiki DPT pada pilpres 2009. KPU memang memperbaiki DPT, hal ini ditandai adanya peningkatan jumlah pemilih yang terdaftar di DPT. Akan tetapi masih jauh dari harapan ternyata masaih ada puluhan juta rakyat pemilih belum terdaftar ditambah DPT Ganda. Artinya Kinerja KPU mengenai DPT kembali mendapat sorotan.

Maka timbul pertanyaan bagi kita, Begitu sulitkah mendata Penduduk Indonesia. Jawabannya Tidak!!! karena Indonesia memiliki Badan Pusat Statistik yang kerjanya adalah mensensus penduduk indonesia.
Bila memang data BPS itu sudah sesuai dengan dengan data KPU, berarti banyak sekali penduduk gelap yang ada di indonesia.

Menurut pengamatan Pemuda Indonesia Baru, Kisruh DPT Pileg dan Pilpres 2009 merupakan skenario Politik dari pihak yang mempunyai kepentingan politik pada kedua momen itu. Kisruh DPT ini merupakan bagian dari skenario satu putaran. Hal ini dapat kita lihat dari beberapa hal yakni :
  1. Kisruh DPT hanya terjadi pada daerah-daerah yang merupakan basis-basis partai tertentu.
  2. Tidak dibenarkanya KTP sebagai pengganti kartu pemilih jadi ada kesan adanya pembatasan pemilih.
  3. Adanya indikasi unsur sengaja daru pihak penyelenggara untuk tidak memutakhiran DPT.
  4. Pihak penyelenggara menerima tanggung jawab dari kekisruhan tanpa mengikutsertakan pemerintah. jadi ada indikasi pihak penyelenggara melindungi pemerintah.
  5. dll.
Beberapa hal diatas merupakan sebuah gerakan pembatasan pemilih. Pembatasan ini tentunya akan membuka peluang lebih besar terjadinya satu putaran, ditambah orang-orang yang ada dalam DPT sudah diatur sedemikian rupa, dimana yang terdaftar sudah hampir dipastikan memilih salah satu calon. Dengan wacana satu putaran dan pembatasan DPT ini maka satu putaran bukan hanya sekedar wacana akan tetapi menunggu kenyataan. Selamat mengikuti!!

Hutang Indonesia Pintu Masuk Neoliberalisme

Hutang Indonesia Pintu Masuk Neoliberalisme.
Pesta demokrasi tanpa isu, Ibarat Pesta pernikahan tanpa musik, sepi, tidak menarik dan kurang meriah. Demikian halnya dengan Pilpres yang akan dilaksanakan oleh bangsa indonesia. Ibarat musik pada sebuah pesta yang selalu berubah sesuai dengan permintaan para tamu maka Pesta demokrasi juga seperti itu, isu yang dikembangkan pun selalu berubah sesuai dengan kepentingan politik para mempelai yaitu para Capres dan cawapres yang memperebutkan Kursi Pelaminan dan Istana yang megah, Kursi Presdien yang ada di Istana negara.

Pada Pesta demokrasi pilpres 2009 juga tidak terlepas dari berbagai macam isu. Isu yang paling menarik adalah isu ekonomi yaitu antara sistem ekonomi Neoliberal dan ekonmi kerakyatan. Dimana salah satu dari psangan capres tersebut diisukan penganut sistem ekonomi neoliberalime, sedang kan pasangan capres lain dengan gencar membuat rasionalisasi bawa Neoliberalisme tidak cocok diterapkan di Indonesia karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Menurut Capres lain bahwa yang cocok diterapkan di Indonesia saat ini adalah Ekonomi Kerakyatan.

Pertarungan Isu Neoliberalisme dan Ekonomi kerakyatan terbenam begitu saja tanpa ada sebuah konklusi. Yang jelas, bahwa pasangan Capres yang diisukan Neoliberalisme tersebut membantah habis-habisan bahwa dia bukan Penganut Neoliberalisme. Walaupun banyak kalangan menyatkan bahwa pasangan Capres terbut benar-benar penganut paham Neoliberalisme tentunya, dengan bukti-bukti dan data.

Isu Neoliberalisme digantikan dengan Isu hasil survey yang Kontroversial, dimana hasil Survey sebuah lembaga ini menurut beberapa pengamat tidak logis dan menguntungkan salah satu pasangan Capres.

Isu Hasil Survey Kontroversial tersebutpun hanya sebentar digantikan dengan isu utang yang dibuat oleh salah seorang Capres yang juga merupakan Presiden saat ini . Dimana Utang yang dibuat oleh Capres sangat besar. Ironisnya utang tersebut diperuntukan untuk Masyarakat berupa BLT. Pada Hal dikeluarkanya kebijakan itu sebagai bentuk konpensasi atas Naiknya BBM kepada rakyat miskin.Persoalan kemana Uang dari pinjaman tersebut kita batasi saja pada artikel ini. Yang jelas Utang negara indonesia saat ini besar.

Utang yang besar yang dimiliki indonesia ada pada Bank Dunia, Bank Asia dan beberapa lembaga batuan lainnya yang bila di total ada sekitar 1600 Triliun. dan untuk pada tahun 2009 ini Indonesia harus membayar 100 Triliun berupa cicilan dan bunga.

Untuk membayar utang sebesar itu tentunya membutuhkan kebijakan yang besar pula, salah satunya dari Pajak Investor dan Eksport. Untuk mendapatkan Pajak Investor yang besar tentunya pemerintah harus banyak mengundang Investor dan memberikan kemudahan-kemudahan bagi mereka supaya mereka dapat menanamkan modalnya di indonesia. Sehinggga apabila Investor tumbuh maka nilai eksport juga akan meningkat.

Sadar atau tidak sadar pemerintah yang membuat utang yang besar ini akan dihadapkan pada sebuah konskuensi dari utang tersebut. Sehinggga mau tidak mau, suka tidak suka harus menerima intervensi baik politik maupun ekonomi dari Dunia maju sebagai negara peminjam karena negara negara peminjam itu tentunya punya kepentingan baik politik maupun ekonomi.

Dari uraian yang tidak lugas dan mungkin menurut pembca kurang nyambung diatas maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Utang Indonesia yang begitu besar telah membuka pintu masuknya Neoliberalisme Ke Indonesia. Suka Tidak Suka, Mau tidak Mau, kita tidak bisa lagi menutupnya. karena bila kita menutupnya mak pintu itu akan pecah dengan sendirinya. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menyeleksi siapa yang masuk dan memonitornya. Supaya tidak menjadi epedemi ekonomi yang bisa mengahancurkan sistem ekonomi pancasila yang telah dengan susah payah dipikirkan oleh Founding Fathers kita.






Menanti Presiden Peduli Pemuda

Menanti Presiden Peduli Pemuda-Pemuda/i merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya akan menggantikan dan melanjutkan perjalan bangsa ini menuju cita-cita nasional masyarakat adil dan makmur. Mau tidak mau, suka tidak suka pemuda harus menerima tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini pada suatu saat.

Sebagai generasi penerus dan calon pemimpin bangsa ini, pemuda/i harulah berkualitas dan berkarakter, sehingga ketika pada masa pergantian generasi itu pemuda/i telah siap menggerakan bangsa ini dan mampu bersaing dalam era globlisasi yang telah berada didepan mata.

Untuk menciptkan generasi penerus yang berkualitas dan berkarakter tentu membutuhkan program yang berkelanjutan dan perhatian dari banyak pihak terutama Good will dari pemerintah sebagai pengambil, penentu dan pelaksana kebijakan kemana bangsa ini akan berjalan. Disamping itu Pemuda/i juga harus mau bekerja sama dengan pemerintah supaya ada hubungan yang harmonis sehingga Proses pembentukan generasi penerus yang berkualitas berjalan dengan dinamis dan lancar.

Pembentukan pemuda/i yang berkualitas dan berkarakter sangat penting serta perlu mendapat perhatian dari semua pihak, karena tanpa itu maka nasib bangsa ini akan sangat memprihatinkan dan bisa dipastikan bangsa indonesia hanya akan menjadi bangsa yang tidak diperhitungkan, Sekarang saja indikasinya telah kita lihat bagaimana pandangan dan perlakuan negara-negara lain pada Indonesia beberapa tahun belakangan ini.

Selama ini menurut Pengamatan pemuda Indonesia Baru, perhatian pemerintah untuk kalangan pemuda/i sangat kurang dan bahkan sangat minim dibandingkan perhatian pemerintah pada sektor lain. Demikian juga halnya dengan visi dan misi para Capres yang betarung pada Pilpres 2009 kali ini. Visi misi para capres lebih difokuskan kepada ekonomi. Hal ini Pemuda Indonesia Baru lihat dari berita dan acara acara yang dikuti oleh para capres maupun Cawapres.Semuanya mengenai ekonomi.

Bagaimana konsep Pembangunan para Capres tentang Pemuda/i terlupakan, dan anehnya Pemuda/i tidak peduli terhadap hal itu. Hal ini mengindikasikan Pemuda/i sendiripun tidak mau tau dengan Nasib mereka kedepan. Bagaimana nanti bila tongkat estafet kepemimpinan itu berada ditangan mereka? Tentunya bisa dibanyangkan betapa amburadulnya banga ini kedepan berada ditangan pemimpin yang nasibnya sendiripun dia tidak peduli.

Suka tidak suka, mau tidak mau, Bangsa indonesia sat ini mengalami Krisis generasi Pemimpin. Buktinya Pada perheletan Pilpres 2009 ini peran pemuda tidak lebih hanya sebagai pemandu sorak untuk para capres.

Hal ini bukan kesalahan pemuda/i sepenuhnya, kondisi ini terjadi karena Pemuda/i selama ini tidak dibentuk menjadi pemuda yang berkualitas dan berkarakter. Pemuda/i hanya disuguhkan Hedonisme dan Pragmatisme, contoh-contoh yang buruk korupsi, persaingan politisi, tidak adanya filternisasi pengaruh dunia barat, acara-acara televisi yang hanya mendidik pemuda/i menjadi seoarang PLAY BOY dan PLAY GIRL.Ironis memang tapi itulah kenyataan. Situasi dan Kondisi seperti ini harus mendapat perhatian khusus sehingga generasi penerus jangan sampai lebih dalam terjerumus.

Untuk itu kepada para Capres dan Cawapres yang nantinya akan menjadi Pemimpin bangsa ini agar lebih memperhatikan pembangunan pemuda/i sebagai generasi penerus bangsa. Dan kepada Pemuda/i Indonesia jangan hanya menunggu, bangun, benahi diri kita dan bersatulah menuju Indonesia Baru. Hidup Pemuda Indonesia..!!!