Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Puisi Ariel Dibalik Jeruji

Puisi Ariel Dibalik Jeruji - Kasus Video bokep ariel sudah sampai tahap persidangan, Video yang melibatkan dua artis cantik luna maya dan cut tari ini sungguh menyita banyak perhatian publik. Ariel yang ditahan dibalik jeruji sempat membuat sebuah puisi sebagi bentuk refleksi berdiam dirinya dia terhadap banyaknya cemohan terhadap mantan vokalis Peterpan ini.

Inilah puisi ariel 'Diam dibalik jeruji"
"Jika aku bicara sekarang, dan sebagian lagi akan menyalahkan saya,".

"Tetapi sebagian lagi akan memaklumi dunia. Dan mereka akan memetik hal yang baik dari kemakluman itu atau hanya keburukannya,".

"Maafkan saya lebih baik diam,".

"Jika saya bersuara sekarang, maka itu hanya membuat saya sedikit terlihat lebih baik,".

"Dan beberapa lainnya terlihat lebih buruk sebenarnya. Maka saya lebih baik diam,".

"Jika saya berkata sekarang. Maka hanya ada caci maki memuakkan serta semua hina pada keadilan. Maka saya lebih baik diam,".

"Saya hanya akan berkata pada Tuhan, bersuara pada yang berhak, berkata pada diri sendiri, lalu diam kepada yang lainnya,".

"Lalu biarkan seleksi Tuhan bekerja pada hati setiap orang,".

Bareskrim 2010 , Ariel dari Bandung.
Setelah membaca puisi tersebut, sekarang kita agaknya sudah mulai mngerti mengapa Ariel tidak banyak komentar maunpun menanggapi cemohan dna hinaan terhadap dirinya terkait video bokep artis tersebut. benar bahwa manusia tidak ada yang sempurna dan kita tidak berhak menghakimi sesasam kecuali hakim pengadilan dan kelah di pengadilan akhirat.

PUISI KARYA WS RENDRA

PUISI KARYA WS RENDRA

Bersatulah Pelacur Kota
Karya: WS. RENDRA

Pelacur-pelacur Kota Jakarta
Dari kelas tinggi dan kelas rendah
Telah diganyang
Telah haru-biru
Mereka kecut
Keder
Terhina dan tersipu-sipu
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kaurelakan dirimu dibikin korban

Wahai pelacur-pelacur kota Jakarta
Sekarang bangkitlah
Sanggul kembali rambutmu
Karena setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri melulu
Tapi untuk lancarkan serangan
Karena
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kaurela dibikin korban

Sarinah
Katakan kepada mereka
Bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri
Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu
Tentang perjuangan nusa bangsa
Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal
Ia sebut kau inspirasi revolusi
Sambil ia buka kutangmu

Dan kau Dasima
Khabarkan pada rakyat
Bagaimana para pemimpin revolusi
Secara bergiliran memelukmu
Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi
Sambil celananya basah
Dan tubuhnya lemas
Terkapai disampingmu
Ototnya keburu tak berdaya

Politisi dan pegawai tinggi
Adalah caluk yang rapi
Kongres-kongres dan konferensi
Tak pernah berjalan tanpa kalian
Kalian tak pernah bisa bilang ‘tidak’
Lantaran kelaparan yang menakutkan
Kemiskinan yang mengekang
Dan telah lama sia-sia cari kerja
Ijazah sekolah tanpa guna

Para kepala jawatan
Akan membuka kesempatan
Kalau kau membuka kesempatan
Kalau kau membuka paha
Sedang diluar pemerintahan
Perusahaan-perusaha an macet
Lapangan kerja tak ada
Revolusi para pemimpin
Adalah revolusi dewa-dewa
Mereka berjuang untuk syurga
Dan tidak untuk bumi
Revolusi dewa-dewa
Tak pernah menghasilkan
Lebih banyak lapangan kerja

Bagi rakyatnya
Kalian adalah sebahagian kaum penganggur yang mereka ciptakan

Namun
Sesalkan mana yang kau kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kau rela dibikin korban
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Berhentilah tersipu-sipu
Ketika kubaca di koran
Bagaimana badut-badut mengganyang kalian
Menuduh kalian sumber bencana negara
Aku jadi murka
Kalian adalah temanku
Ini tak bisa dibiarkan

Astaga
Mulut-mulut badut
Mulut-mulut yang latah bahkan seks mereka politikkan
Saudari-saudariku
Membubarkan kalian
Tidak semudah membubarkan partai politik
Mereka harus beri kalian kerja
Mereka harus pulihkan darjat kalian
Mereka harus ikut memikul kesalahan

Saudari-saudariku. Bersatulah
Ambillah galah
Kibarkan kutang-kutangmu dihujungnya
Araklah keliling kota
Sebagai panji yang telah mereka nodai
Kinilah giliranmu menuntut
Katakanlah kepada mereka
Menganjurkan mengganyang pelacuran
Tanpa menganjurkan
Mengahwini para bekas pelacur
Adalah omong kosong

Pelacur-pelacur kota Jakarta
Saudari-saudariku
Jangan melulur keder pada lelaki
Dengan mudah
Kalian bisa telanjangi kaum palsu
Naikkan tarifmu dua kali
Dan mereka akan klabakan
Mogoklah satu bulan
Dan mereka akan puyeng
Lalu mereka akan berzina
Dengan isteri saudaranya.